Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Mengutip CCN, bank investasi AS Stifel Financial memperingatkan bahwa harga Bitcoin masih berisiko mengalami penurunan lebih dalam hingga ke area US$ 38.000. Peringatan ini muncul seiring memburuknya sentimen investor dan mengetatnya kondisi likuiditas.
Stifel menilai pergerakan Bitcoin saat ini mirip dengan siklus pasar sebelumnya, yang terjadi saat kebijakan moneter AS ketat dan minat spekulatif menurun.
Dalam catatan yang dibagikan oleh analis pasar Walter Bloomberg, Stifel menyoroti sejumlah faktor penekan:
- Kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat
- Lambatnya kemajuan regulasi kripto di AS
- Menyusutnya likuiditas pasar
- Arus keluar yang berlanjut dari ETF Bitcoin spot
Kombinasi faktor tersebut berpotensi menyeret harga Bitcoin ke sekitar US$ 38.000.
Tonton: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global
Di saat yang sama, indikator sentimen pasar kripto memburuk. Crypto Fear & Greed Index turun ke level “Extreme Fear” dengan skor 14, terendah dalam sekitar enam minggu terakhir.
Indikator teknikal juga menunjukkan tekanan kuat. Relative Strength Index (RSI) untuk banyak aset kripto utama berada di wilayah oversold, mencerminkan intensitas aksi jual dan belum adanya arah pemulihan yang jelas.













