kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Sentimen Extreme Fear Bayangi Penurunan Bitcoin, Berisiko Anjlok ke US$ 38.000?


Jumat, 06 Februari 2026 / 04:14 WIB
Diperbarui Jumat, 06 Februari 2026 / 06:36 WIB
Sentimen Extreme Fear Bayangi Penurunan Bitcoin, Berisiko Anjlok ke US$ 38.000?
ILUSTRASI. Analis Stifel Financial beri peringatan keras! Bitcoin berisiko anjlok hingga US$38.000. Cek faktor pemicu pelemahannya. (Robert Schmiegelt/IMAGO via REUTERS)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Mengutip CCN, bank investasi AS Stifel Financial memperingatkan bahwa harga Bitcoin masih berisiko mengalami penurunan lebih dalam hingga ke area US$ 38.000. Peringatan ini muncul seiring memburuknya sentimen investor dan mengetatnya kondisi likuiditas.

Stifel menilai pergerakan Bitcoin saat ini mirip dengan siklus pasar sebelumnya, yang terjadi saat kebijakan moneter AS ketat dan minat spekulatif menurun.

Dalam catatan yang dibagikan oleh analis pasar Walter Bloomberg, Stifel menyoroti sejumlah faktor penekan:

  • Kebijakan Federal Reserve yang lebih ketat
  • Lambatnya kemajuan regulasi kripto di AS
  • Menyusutnya likuiditas pasar
  • Arus keluar yang berlanjut dari ETF Bitcoin spot

Kombinasi faktor tersebut berpotensi menyeret harga Bitcoin ke sekitar US$ 38.000.

Tonton: Ray Dalio: Emas Tetap Aset Teraman di Tengah Ketidakpastian Global

Di saat yang sama, indikator sentimen pasar kripto memburuk. Crypto Fear & Greed Index turun ke level “Extreme Fear” dengan skor 14, terendah dalam sekitar enam minggu terakhir.

Indikator teknikal juga menunjukkan tekanan kuat. Relative Strength Index (RSI) untuk banyak aset kripto utama berada di wilayah oversold, mencerminkan intensitas aksi jual dan belum adanya arah pemulihan yang jelas.

Selanjutnya: Soal Batas Maksimum Saham bagi Asuransi

Menarik Dibaca: Bahaya Cuka Apel: 5 Efek Tak Terduga Jika Konsumsi Berlebihan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×