kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Sepekan, Dana yang Keluar dari Emerging Market US$ 2,9 Miliar


Jumat, 12 Februari 2010 / 09:28 WIB


Sumber: BLOOMBERG | Editor: Test Test

HONGKONG. Investor beramai-ramai menarik dananya dari bursa saham negara-negara berkembang (emerging market) seiring meningkatnya krisis anggaran yang dialami Yunani dan rencana Amerika Serikat (AS) membatasi ekspansi kredit perbankan.

Dana yang hengkang dari bursa negara-negara berkembang dalam sepekan (3-10 Februari 2010) mencapai US$ 2,9 miliar. Data lembaga riset EPFR Global menunjukkan angka tersebut adalah angka tertinggi sejak 9 Juli 2008. "Investor cemas masalah utang luar negeri Yunani bisa mengerek yield (imbal hasil) dan biaya pinjaman global," tulis EPFR. Pernyataan dari pejabat bank sentral AS atau The Fed yang menyinggung soal pembatasan ekspansi perbankan semakin membuat investor khawatir.

Kamis (11/2), para pemimpin negara Eropa memerintahkan Yunani untuk mengontrol defisit anggarannya dan berjanji untuk bertekad mengatasi krisis terburuk dalam sejarah 11 tahun euro. Indeks MSCI Emerging Markets sudah melorot 6,5% tahun ini. Penurunan tersebut lebih tajam ketimbang penurunan indeks MSCI Global yang sebesar 4,9%.

Dana yang keluar dari pasar obligasi yang menawarkan imbal hasil tinggi, di luar Jepang, dalam sepekan mencapai US$ 1 miliar, penurunan terbesar sejak kuartal ketiga 2008. Reksadana saham di luar Jepang juga mengalami pekan terburuknya setelah AS menawarkan senjata ke Taiwan. Akibatnya, China menunda rencana pertukaran militer dengan AS dan akan menghukum perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam rencana Pentagon untuk menjual senjata senilai US$ 6,4 miliar ke Taiwan.




TERBARU

[X]
×