kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.154   10,00   0,06%
  • IDX 7.673   -2,49   -0,03%
  • KOMPAS100 1.062   -0,66   -0,06%
  • LQ45 764   -0,44   -0,06%
  • ISSI 279   1,35   0,49%
  • IDX30 407   0,61   0,15%
  • IDXHIDIV20 492   0,81   0,17%
  • IDX80 119   -0,09   -0,08%
  • IDXV30 138   1,35   0,99%
  • IDXQ30 130   0,12   0,09%

Serang India, analis: Xi Jinping putus asa untuk tidak terlihat lemah


Senin, 22 Juni 2020 / 06:38 WIB
ILUSTRASI. Korban tentara India yang berkonflik dengan China. REUTERS/Stringer 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Masih mengutip Indian Express, ekonomi China lima kali lebih besar dari ekonomi India. Dengan demikian, memboikot produk China di India dianggap banyak kalangan malah akan merugikan ekonomi nasional negara itu. Ini karena India begitu bergantung pada barang impor dari Tiongkok.

Sepanjang tahun 2019-2020, perdagangan dengan China berkontribusi sebesar 10,6% dari seluruh neraca perdagangan India, atau yang terbesar kedua setelah perdagangan dengan Amerika Serikat (AS). Sebaliknya bagi China, perdagangan dengan India hanya menyumbang 2,1%, sehingga tak terlalu siginifikan pengaruhnya bagi China.

Baca Juga: Pasca bentrokan berdarah, seruan boikot barang China di India makin kuat

Bagi India, China juga merupakan patner dagang vital. Sebaliknya bagi China, India tak memegang peran terlalu siginifikan dan komoditas impor dari India masih bisa digantikan negara lain.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×