kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Serangan Israel ke Iran Picu Minat pada Rudal Balistik yang Diluncurkan dari Udara


Selasa, 05 November 2024 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. Rudal Iran terlihat selama upacara parade Hari Tentara Nasional di Teheran, Iran, 17 April 2024. Penggunaan rudal balistik yang diluncurkan dari udara oleh Israel dalam serangan terhadap Iran menarik perhatian negara-negara lain.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Keuntungan ALBM adalah peluncurannya yang fleksibel karena dibawa oleh pesawat, sehingga dapat diluncurkan dari berbagai arah, kata Uzi Rubin, peneliti senior di Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem. 

Hal ini membuat perencanaan serangan lebih mudah dan menyulitkan sistem pertahanan musuh. Namun, ALBM tidak sepenuhnya kebal terhadap pertahanan udara. Di Ukraina, rudal Patriot PAC-3 dari Lockheed Martin telah berhasil mencegat rudal Khinzhal Rusia.

Selama Perang Dingin, berbagai negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, telah bereksperimen dengan ALBM. Saat ini, hanya Israel, Rusia, dan China yang diketahui memiliki senjata ini. 

Baca Juga: Iran Tembak 200 Rudal ke Israel dalam Serangan Besar, Janji Bakal Kirim Lebih Banyak

Meskipun Amerika Serikat telah menguji ALBM hipersonik AGM-183 buatan Lockheed Martin, pengembangan senjata ini tidak mendapatkan pendanaan untuk tahun fiskal 2025. Washington lebih mengandalkan rudal jelajah dan senjata jarak jauh lainnya.

Selain itu, Raytheon mengembangkan SM-6, rudal pertahanan udara yang juga diuji untuk misi udara-ke-udara dan permukaan-ke-permukaan. Meskipun diuji sebagai senjata antikapal yang diluncurkan dari udara, SM-6 secara publik tidak dimaksudkan untuk serangan udara-ke-darat.

Banyak negara dengan kemampuan senjata presisi sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan ALBM, ujar seorang eksekutif industri pertahanan yang tidak disebutkan namanya. 

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lebih dari US$1 Jumat (1/11), Iran Bersiap Serang Israel

Menurutnya, ALBM merupakan kombinasi cerdas dari teknologi pemandu, hulu ledak, dan motor roket yang ada, sehingga memungkinkan pengembangan senjata baru yang efektif dengan biaya yang relatif terjangkau.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×