kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Serangan Israel Tewaskan Tiga Wartawan di Lebanon Selatan


Jumat, 25 Oktober 2024 / 17:20 WIB
ILUSTRASI. Asap mengepul di atas kota pelabuhan Tyre yang terdaftar di UNESCO setelah serangan Israel, di tengah permusuhan yang sedang berlangsung antara Hizbullah dan pasukan Israel, Lebanon selatan 23 Oktober 2024. REUTERS/Aziz Taher


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Menteri Informasi Lebanon, Ziad Makary, mengutuk serangan tersebut sebagai kejahatan perang. Setidaknya 18 jurnalis dari enam media, termasuk Sky News dan Al-Jazeera, menginap di lokasi yang diserang.

Israel terus menggempur wilayah Lebanon selatan, Lembah Bekaa, dan pinggiran selatan Beirut. Hizbullah tetap melancarkan serangan roket meskipun telah kehilangan sejumlah komandan tinggi, termasuk Sekretaris Jenderal Hassan Nasrallah.

Di saat yang sama, Blinken menyiratkan adanya upaya baru untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, guna menghentikan pertempuran dan membebaskan para sandera.

Baca Juga: Blinken Serukan Respons Terukur Israel terhadap Serangan Iran

Konflik yang berkepanjangan ini telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan kritik internasional terkait tingginya korban sipil di Gaza dan Lebanon. Israel beralasan bahwa mereka menargetkan kelompok bersenjata, sementara Hamas dan Hizbullah dituduh menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

Di Lebanon, serangan udara Israel telah menghantam rumah sakit, menewaskan 12 orang dan melukai 60 lainnya, menurut laporan Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×