kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Serba tak pasti, China sampai tak pasang target pertumbuhan ekonomi tahun ini


Jumat, 22 Mei 2020 / 13:53 WIB
Serba tak pasti, China sampai tak pasang target pertumbuhan ekonomi tahun ini
ILUSTRASI. Kontainer disusun menunggu untuk dikirim oleh kapal kargo di sebuah pelabuhan di kota Wuhan, ibukota provinsi Hubei, China, Kamis (30/4/2020). China Images via Reuters

Reporter: Rizki Caturini | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - BEIJING. China tidak mengumumkan target pertumbuhan tahunannya untuk pertama kalinya pada hari Jumat (20/5). Laporan kerja Perdana Menteri China Li Keqiang di depan parlemen itu menandai pertama kalinya China tidak menetapkan target untuk produk domestik bruto (PDB) sejak pemerintah mulai menerbitkan tujuan-tujuan tersebut pada tahun 1990.

Ekonomi menyusut 6,8% pada kuartal pertama, kontraksi pertama dalam beberapa dekade akibat virus corona baru. "Kami belum menetapkan target spesifik untuk pertumbuhan ekonomi untuk tahun ini, terutama karena situasi epidemi global dan situasi ekonomi dan perdagangan sangat tidak pasti, dan perkembangan China menghadapi beberapa faktor yang tidak dapat diprediksi," kata Li pada parlemen seperti dikutip Reuters, Jumat (22/5).

Baca Juga: Aktivis Hong Kong mulai kembali menghimpun massa untuk protes anti UU Keamanan

Konsumsi dalam negeri, investasi dan ekspor jatuh, dan tekanan terhadap lapangan kerja meningkat secara signifikan, sementara risiko keuangan meningkat.

Menurut laporan Li, China telah menetapkan target untuk menciptakan lebih dari 9 juta pekerjaan perkotaan tahun ini. Angka itu turun dari target minimal 11 juta pada 2019 dan terendah sejak 2013.

Menjelang Kongres Rakyat Nasional, para pemimpin terkemuka China telah berjanji untuk meningkatkan stimulus untuk meningkatkan ekonomi di tengah meningkatnya kekhawatiran hilangnya pekerjaan dapat mengancam stabilitas sosial.

Beijing juga sedang merencanakan undang-undang keamanan untuk Hong Kong. Li mengatakan akan menyediakan sistem hukum dan mekanisme penegakan hukum yang "sehat". Tetapi menurut para kritikus UU itu dapat mengekang otonomi Hong Kong.



TERBARU

[X]
×