kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.887   -101,00   -0,56%
  • IDX 6.135   13,01   0,21%
  • KOMPAS100 795   2,15   0,27%
  • LQ45 609   0,55   0,09%
  • ISSI 213   1,32   0,62%
  • IDX30 337   -0,16   -0,05%
  • IDXHIDIV20 429   2,43   0,57%
  • IDX80 91   0,23   0,25%
  • IDXV30 116   0,96   0,83%
  • IDXQ30 110   0,32   0,29%

Setelah Facebook, militer Myanmar blokir Twitter dan Instagram


Sabtu, 06 Februari 2021 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Tentara Myanmar berjalan di dekat kompleks parlemen di Naypyitaw, Myanmar, 2 Februari 2021.


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Dan, untuk malam keempat pada Jumat (5/2), kebisingan dari jendela dan balkon kembali bergema di seluruh ibu kota komersial Yangon, saat perlawanan terhadap kudeta serta penangkapan aktivis dan politisi semakin meningkat.

Sebelumnya pada Jumat, hampir 300 anggota partai Liga Nasional untuk Demokrasi (LND) pimpinan Aung San Suu Kyi menyatakan diri mereka sebagai satu-satunya wakil rakyat yang sah, dan meminta pengakuan internasional sebagai pemerintahan.

Mereka seharusnya mengambil sumpah pada Senin (1/5) dalam pembukaan sidang Parlemen setelah pemilihan November 2020, ketika militer mengumumkan mengambil alih kekuasaan dan menetapkan keadaan darurat selama satu tahun.

Militer menuduh Suu Kyi dan partainya gagal menindaklanjuti keluhan mereka soal kecurangan pemilu tahun lalu, meskipun komisi pemilihan mengatakan tidak menemukan bukti untuk mendukung klaim tersebut.

Selanjutnya: Titah militer, provider internet Myanmar blokir layanan Facebook




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×