kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Setelah Hepatitis Akut Misterius, Muncul Kasus Cacar Monyet di Inggris, Apa Itu?


Senin, 16 Mei 2022 / 23:10 WIB
Setelah Hepatitis Akut Misterius, Muncul Kasus Cacar Monyet di Inggris, Apa Itu?


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Setelah hepatitis akut misterius, muncul kasus monkeypox alias cacar monyet di Inggris. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, kasus cacar monyet terjadi pada seseorang yang melakukan perjalanan dari Inggris ke Nigeria. Apa itu cacar monyet?

Kasus cacar moyet itu terkonfirmasi di laboratorium lewat tes reverse transcriptase polymerase chain reaction (RT-PCR) pada swab vesikular 6 Mei lalu oleh Laboratorium Patogen Langka dan Impor Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA).

"Pelacakan kontak ekstensif telah dilakukan untuk mengidentifikasi kontak yang terpapar di fasilitas perawatan kesehatan, komunitas, dan penerbangan internasional," kata WHO dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Senin (16/5).

Menurut WHO, orang-orang tersebut sedang dalam penanganan selama 21 hari sejak tanggal paparan terakhir dengan kasus cacar monyet itu, yakni pada 4 Mei lalu. Sejauh ini, tidak ada yang melaporkan gejala yang kompatibel.

"Karena kasus ini segera diisolasi dan pelacakan kontak dilakukan, risiko penularan lanjutan terkait kasus ini di Inggris adalah minimal. Tapi, karena sumber infeksi di Nigeria tidak diketahui, tetap ada risiko penularan yang berkelanjutan di negara ini," sebut WHO.

Baca Juga: Amerika Serikat melacak penyakit cacar monyet ke 27 negara bagian

Apa itu cacar monyet?

Cacar monyet biasanya terjadi secara sporadis di Afrika Tengah dan Barat. Penyebab penyakit ini adalah virus monkeypox yang termasuk dalam famili orthopoxvirus. Monkeypox bisa menular melalui kontak dan paparan droplet yang diembuskan. 

Infeksi virus monkeypox ditandai dengan bintil bernanah di kulit. WHO menyebutkan, masa inkubasi cacar monyet biasanya mulai 6 hingga 13 hari, tetapi bisa berkisar dari 5 sampai 21 hari. 

Penyakit ini, WHO mengungkapkan, sering sembuh sendiri dengan gejala yang biasanya hilang secara spontan dalam 14 hingga 21 hari. Gejalanya bisa ringan atau parah, dan lesi bisa sangat gatal atau nyeri. 

Reservoir hewan tetap tidak diketahui, meskipun kemungkinan berada di antara hewan pengerat. Kontak dengan hewan hidup dan mati melalui perburuan dan konsumsi hewan liar atau daging semak menjadi faktor risiko.

Baca Juga: Bukan corona, berikut 10 virus paling mematikan di Bumi

Meskipun infeksi virus monkeypox di Afrika Barat terkadang menyebabkan penyakit parah pada beberapa individu, penyakit ini biasanya sembuh sendiri. Rasio kasus fatalitas cacar monyet sekitar 1%-10%. Anak-anak juga berisiko lebih tinggi.

Dan, cacar monyet yang menyerang ibu hamil bisa menyebabkan komplikasi, cacar monyet bawaan, atau bayi dalam kandungan meninggal.

Di Inggris, WHO menyatakan, ada tujuh kasus cacar monyet yang dilaporkan sebelumnya. Semuanya impor terkait dengan riwayat perjalanan ke atau dari Nigeria. Pada 2021, ada juga dua kasus cacar monyet terpisah yang diimpor dari Nigeria di Amerika Serikat.

Sejak September 2017, Nigeria terus melaporkan kasus cacar monyet. Sepanjang September 2017 hingga 30 April 2022, total 558 kasus yang dicurigai telah dilaporkan dari 32 negara bagian di Nigeria. Dari jumlah itu, 241 kasus terkonfirmasi, dan delapan di antaranya meninggal. 

Kemudian, selama 1 Januari hingga 30 April 2022, 46 kasus yang dicurigai telah dilaporkan, 15 di antaranya terkonfirmasi cacar monyet dari tujuh negara bagian di Nigeria. Tapi, tidak ada kematian akibat penyakit itu sepanjang tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×