Shanghai China Wajibkan Tes Covid-19 Seminggu 2 Kali, Kasus Baru Bertambah Lagi

Selasa, 11 Oktober 2022 | 13:48 WIB Sumber: Reuters
Shanghai China Wajibkan Tes Covid-19 Seminggu 2 Kali, Kasus Baru Bertambah Lagi

ILUSTRASI. Shanghai China Wajibkan Tes Covid-19 Seminggu 2 Kali, Kasus Baru Bertambah Lagi. China Daily via REUTERS


KONTAN.CO.ID - SHANGHAI (Reuters) Shanghai dan kota-kota besar China lainnya, termasuk Shenzhen dan Xian, telah meningkatkan tes untuk COVID-19.

Infeksi Covid-19 meningkat setelah liburan selama seminggu sehingga beberapa otoritas lokal buru-buru menutup sekolah, tempat hiburan, dan lokasi tujuan wisata.

Infeksi minggu ini meningkat ke level tertinggi sejak Agustus. Kenaikan terjadi setelah peningkatan perjalanan domestik selama "Pekan Emas" Hari Nasional awal bulan ini.

Pihak berwenang melaporkan 2.089 infeksi lokal baru pada 10 Oktober, tertinggi sejak 20 Agustus 2022.

Sebagian besar kasus baru ditemukan di tujuan wisata, termasuk tempat-tempat indah di wilayah utara Mongolia Dalam. Kota-kota besar yang sering menjadi tujuan turis kaya mulai melaporkan lebih banyak kasus minggu ini.

Ibukota keuangan China Shanghai yang berpenduduk 25 juta orang, melaporkan 28 kasus lokal baru pada 10 Oktober 2022, meningkat dua digit selama 4 hari berturut.

Baca Juga: Tanda-tanda Ekonomi China Melemah Semakin Nyata, Apa Dampaknya Terhadap Indonesia?

Pemerintah Shanghai mengatakan pada Senin malam bahwa seluruh distrik akan melakukan tes Covid-19 rutin, setidaknya dua kali seminggu hingga 10 November mendatang.

Pemeriksaan pada pelancong yang masuk tempat-tempat seperti hotel juga harus diperkuat, kata otoritas kota.

Peter Lee, seorang ekspatriat Inggris, sedang makan siang bersama istri dan putranya yang berusia tujuh tahun minggu lalu. Tiba-tiba dia diberi tahu bahwa blok apartemennya akan dikunci selama 48 jam.

Lee dan putranya segera check in ke sebuah hotel. Ternyata hotel itu juga dikunci karena terdapat pengunjung membawa virus.

Istri Lee yang berencana untuk bergabung dengan mereka di hotel, tidak punya pilihan selain kembali ke rumah yang dikurung, dan kemudian diperpanjang pengunciannya.

Ayah dan anak akan dibebaskan pada hari Kamis, sementara istri Lee tidak akan dibebaskan sampai hari Minggu.

Baca Juga: Tanda-tanda Ekonomi China Melemah Semakin Nyata, Apa Dampaknya Terhadap Indonesia?

Kondisi Cooid-19 Terbaru di China 

Pada 10 Oktober, 36 kota di China menerapkan berbagai penguncian atau tindakan pengendalian. Sekitar 196,9 juta orang terpengaruh kebijakan itu, naik 179,7 juta pada minggu sebelumnya.

Di pusat teknologi China selatan, Shenzhen, kasus lokal meningkat lebih dari tiga kali lipat menjadi 33 pada 10 Oktober dari satu hari sebelumnya.

Wisatawan yang masuk akan menjalani tiga tes selama tiga hari, kata pihak berwenang di kota berpenduduk 18 juta orang itu, Selasa.

Di kota barat laut Xian, yang melaporkan lebih dari 100 kasus dari 1-10 Oktober, pihak berwenang tiba-tiba menangguhkan kelas offline sekolah pada hari Selasa. Mereka menutup banyak ruang publik, termasuk Museum Tentara Terracotta yang terkenal.

Baca Juga: IMF dan Bank Dunia Kompak Peringatkan Risiko Resesi Global 2023

Meskipun beban kasus China sangat kecil dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia dan dampak kebijakan kontra-epideminya yang keras terhadap ekonomi dan populasi, pemerintah telah berulang kali mendesak orang untuk menerima tindakan tersebut.

"Kita harus sadar bahwa negara kita adalah negara besar dengan populasi lebih dari 1,4 miliar. Ditambah pembangunan regional yang tidak seimbang dan sumber daya medis yang tidak mencukupi secara keseluruhan," tulis People's Daily yang dikendalikan negara dalam sebuah komentar pada hari Selasa.

"Begitu rebound skala besar terjadi, epidemi akan menyebar, dan pasti memiliki dampak serius pada pembangunan ekonomi dan sosial, dan harga akhir akan lebih tinggi dan kerugian akan lebih besar."

Langkah-langkah pencegahan COVID datang beberapa hari menjelang kongres utama Partai Komunis yang dimulai pada 16 Oktober. Xi Jinping secara luas diperkirakan akan memperpanjang kepemimpinannya selama satu dekade selama lima tahun lagi.

Editor: Hasbi Maulana

Terbaru