kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.835   -75,00   -0,44%
  • IDX 7.999   63,28   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,11   1,00%
  • LQ45 819   3,28   0,40%
  • ISSI 283   5,20   1,87%
  • IDX30 425   -0,92   -0,22%
  • IDXHIDIV20 511   -3,66   -0,71%
  • IDX80 126   1,02   0,82%
  • IDXV30 139   0,13   0,09%
  • IDXQ30 138   -0,71   -0,51%

Skandal doping, Rusia dilarang ikut Olimpiade dan Piala Dunia


Senin, 09 Desember 2019 / 21:07 WIB
Skandal doping, Rusia dilarang ikut Olimpiade dan Piala Dunia
ILUSTRASI. Stadion Nasional baru Jepang untuk Olimpiade Tokyo 2020 diperkenalkan kepada media massa di Tokyo, 3 Juli 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sejak itu, banyak atlet Rusia absen di dua Olimpiade terakhir. Bahkan, negeri beruang merah menanggalkan benderanya sama sekali di Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang tahun lalu sebagai hukuman lantaran menutup-nutupi doping yang disponsori negara di Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014.

Hukuman dari WADA tetap membuka pintu bagi atlet Rusia yang bersih untuk bertanding di acara olahraga internasional tanpa bendera atau lagu kebangsaan mereka selama empat tahun, seperti yang terjadi pada Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018.

Beberapa pejabat Rusia mennyebut sanksi WADA tersebut tidak adil, dan menyamakannya dengan upaya Barat yang lebih luas untuk menghalangi mereka ikut dalam acara olahraga internasional.

Baca Juga: Ini daftar negara yang lolos ke Euro 2020, Finlandia cetak sejarah

WADA sudah mempresentasikan laporan mereka soal Rusia dalam KTT Olimpiade Internasional (IOC), Sabtu (7/12). Para peserta KTT sangat mengutuk mereka yang bertanggungjawab atas manipulasi data dari laboratorium anti-doping Rusia.

"Kami sepakat, ini adalah serangan terhadap olahraga dan tindakan itu harus mengarah pada sanksi terberat terhadap mereka yang bertanggung jawab," kata IOC dalam pernyataan resmi seperti Reuters lansir.

"Para peserta (KTT IOC) sepakat, keadilan penuh akhirnya harus ditegakkan, sehingga yang bersalah bisa dihukum dengan benar dan yang tidak bersalah sepenuhnya dilindungi," ujar IOC.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×