kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.070   30,44   0,50%
  • KOMPAS100 796   7,20   0,91%
  • LQ45 604   5,46   0,91%
  • ISSI 210   0,38   0,18%
  • IDX30 342   3,08   0,91%
  • IDXHIDIV20 426   3,86   0,91%
  • IDX80 91   0,78   0,86%
  • IDXV30 116   0,62   0,54%
  • IDXQ30 110   0,94   0,86%

Soal senjata nuklir, Korea Utara: Korea Selatan harus berhenti ikut campur


Selasa, 07 Juli 2020 / 13:53 WIB
ILUSTRASI. Rudal balistik Korea Utara. Korea Utara dan Korea Selatan kembali memanas soal senjata nuklir. REUTERS/KCNA ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THIS IMAGE. SOUTH KOREA OUT. NO THIRD PARTY


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Diplomat Amerika Serikat akan mengunjungi Korea Selatan untuk mencoba memperbaharui pembicaraan nuklir dengan Korea Utara. Namun pihak Korut nampaknya tak berminat dengan hal tersebut.

Deputi Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun, yang memimpin perundingan dengan Korea Utara, dijadwalkan tiba di Seoul pada hari Selasa ini untuk mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Seoul mengenai cara-cara untuk menghidupkan kembali perundingan.

Baca Juga: Harapan, tiga vaksin corona termasuk SinoVac sedang uji tahap akhir

Dilansir dari Reuters, Kwon Jong Gun, Direktur Jenderal untuk urusan AS di Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuduh Korea Selatan salah menafsirkan pernyataan Korea Utara yang sebelumnya soal pertemuan puncak lain antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden AS Donald Trump.

Korea Utara mengatakan bahwa mereka tidak merasa perlu untuk KTT baru, beberapa hari setelah Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, menawarkan untuk jasanya menengahi pertemuan antara Kim dan Trump.

Ia juga menyarankan agar kedua pemimpin ini bertemu lagi sebelum pemilihan AS pada bulan November nanti.

"Ini adalah waktu bagi (Korea Selatan) untuk berhenti mencampuri urusan orang lain, tetapi tampaknya tidak ada obat atau resep untuk kebiasaan buruknya," kata Kwon dalam sebuah pernyataan yang dibawa oleh kantor berita resmi KCNA.

Baca Juga: China menambah satu lagi daftar permusuhan

"Berbicara secara eksplisit sekali lagi, kita tidak punya niat untuk duduk bersama dengan Amerika Serikat," lanjutnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×