kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Soal Stabilisasi Pasar Minyak Dunia, AS dan Rusia Punya Kepentingan Sama


Jumat, 13 Maret 2026 / 17:39 WIB
Soal Stabilisasi Pasar Minyak Dunia, AS dan Rusia Punya Kepentingan Sama
ILUSTRASI. Harga minyak dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia melihat pengecualian sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap minyak Rusia sebagai upaya Washington untuk menstabilkan pasar energi global.

Dalam hal ini,  juru bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan, kedua negara memiliki kepentingan bersama.

AS mengeluarkan "pengecualian" selama 30 hari bagi negara-negara untuk membeli minyak dan produk minyak bumi Rusia yang dikenai sanksi dan saat ini berada di laut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bilang,keputusan ini merupakan langkah untuk menstabilkan pasar global yang terguncang oleh perang Iran.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik ke US$100, Gangguan Perang Iran Kalahkan Upaya AS-IEA

Meurut Peskov, tanpa volume minyak Rusia yang signifikan memasuki pasar, stabilisasi harga minyak dunia semacam itu tidak mungkin dilakukan.

"Kami melihat tindakan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mencoba menstabilkan pasar energi. Dalam hal ini, kepentingan kita sejalan," kata Peskov, Jumat (13/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Langkah ini, yang merupakan pencabutan sanksi AS terkait perang terhadap Ukraina yang signifikan kedua dalam waktu kurang lebih satu minggu, adalah upaya terbaru pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengendalikan harga energi setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Peskov mengatakan ada risiko krisis energi global dapat meningkat.

"Tentu saja tindakan seperti itu, sampai batas tertentu, akan membantu menstabilkan pasar ini, karena tanpa volume minyak Rusia yang signifikan, stabilisasi pasar tidak mungkin," katanya.

Baca Juga: AS–Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia dan China di PBB Soal Program Nuklir Iran


Tag


TERBARU

[X]
×