kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.163   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.559   -34,73   -0,46%
  • KOMPAS100 1.040   -10,36   -0,99%
  • LQ45 744   -12,17   -1,61%
  • ISSI 273   -1,59   -0,58%
  • IDX30 401   -0,83   -0,21%
  • IDXHIDIV20 487   -2,68   -0,55%
  • IDX80 116   -1,41   -1,20%
  • IDXV30 139   0,63   0,45%
  • IDXQ30 128   -0,94   -0,72%

Soal Stabilisasi Pasar Minyak Dunia, AS dan Rusia Punya Kepentingan Sama


Jumat, 13 Maret 2026 / 17:39 WIB
Soal Stabilisasi Pasar Minyak Dunia, AS dan Rusia Punya Kepentingan Sama
ILUSTRASI. Harga minyak dunia (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Rusia melihat pengecualian sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap minyak Rusia sebagai upaya Washington untuk menstabilkan pasar energi global.

Dalam hal ini,  juru bicara Pemerintah Rusia Dmitry Peskov mengatakan, kedua negara memiliki kepentingan bersama.

AS mengeluarkan "pengecualian" selama 30 hari bagi negara-negara untuk membeli minyak dan produk minyak bumi Rusia yang dikenai sanksi dan saat ini berada di laut. Menteri Keuangan AS Scott Bessent bilang,keputusan ini merupakan langkah untuk menstabilkan pasar global yang terguncang oleh perang Iran.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik ke US$100, Gangguan Perang Iran Kalahkan Upaya AS-IEA

Meurut Peskov, tanpa volume minyak Rusia yang signifikan memasuki pasar, stabilisasi harga minyak dunia semacam itu tidak mungkin dilakukan.

"Kami melihat tindakan Amerika Serikat yang bertujuan untuk mencoba menstabilkan pasar energi. Dalam hal ini, kepentingan kita sejalan," kata Peskov, Jumat (13/3/2026), seperti dikutip Reuters.

Langkah ini, yang merupakan pencabutan sanksi AS terkait perang terhadap Ukraina yang signifikan kedua dalam waktu kurang lebih satu minggu, adalah upaya terbaru pemerintahan Presiden Donald Trump untuk mengendalikan harga energi setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran melumpuhkan pengiriman melalui Selat Hormuz.

Peskov mengatakan ada risiko krisis energi global dapat meningkat.

"Tentu saja tindakan seperti itu, sampai batas tertentu, akan membantu menstabilkan pasar ini, karena tanpa volume minyak Rusia yang signifikan, stabilisasi pasar tidak mungkin," katanya.

Baca Juga: AS–Sekutu Barat Bentrok dengan Rusia dan China di PBB Soal Program Nuklir Iran




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×