kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Soal suku bunga AS, Trump tuding Obama ikut campur


Senin, 12 September 2016 / 21:12 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

WASHINGTON. Kontroversi sepertinya tidak bisa lepas dari Donald Trump. Kali ini, calon presiden Amerika dari Partai Republik itu menuding Gubernur Bank Sentral (The Fed) Janet Yellen mendapatkan tekanan politik dari pemerintahan Barack Obama.

Terutama perihal kebijakan menaikkan suku bunga. “Yah, menetap di nol karena jelas politik dan dia (Janet Yellen) melakukan apa yang diinginkan Obama. Seharusnya Yellen malu apa yang dia lakukan,” kata Trump kepada CNBC, Senin (12/9).

Trump mengatakan sebagai seorang pengusaha,” saya suka suku bunga rendah, tapi kebijakan ini merugikan banyak orang yang menyimpan uangnya di tabungan.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari menyangkal tudingan Trump. “Politik tidak mempengaruhi. Kami melihat pada data ekonomi,” ujarnya.

Asal tahu saja, kini perhatian pasar fokus pada pertemuan The Fed pada 20-21 September mendatang. Probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunganya naik menjadi 30% Jumat pekan lalu, dari sebelumnya 22%.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×