kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.974   1,00   0,01%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Soal suku bunga AS, Trump tuding Obama ikut campur


Senin, 12 September 2016 / 21:12 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

WASHINGTON. Kontroversi sepertinya tidak bisa lepas dari Donald Trump. Kali ini, calon presiden Amerika dari Partai Republik itu menuding Gubernur Bank Sentral (The Fed) Janet Yellen mendapatkan tekanan politik dari pemerintahan Barack Obama.

Terutama perihal kebijakan menaikkan suku bunga. “Yah, menetap di nol karena jelas politik dan dia (Janet Yellen) melakukan apa yang diinginkan Obama. Seharusnya Yellen malu apa yang dia lakukan,” kata Trump kepada CNBC, Senin (12/9).

Trump mengatakan sebagai seorang pengusaha,” saya suka suku bunga rendah, tapi kebijakan ini merugikan banyak orang yang menyimpan uangnya di tabungan.

Di sisi lain, Gubernur The Fed Minneapolis Neel Kashkari menyangkal tudingan Trump. “Politik tidak mempengaruhi. Kami melihat pada data ekonomi,” ujarnya.

Asal tahu saja, kini perhatian pasar fokus pada pertemuan The Fed pada 20-21 September mendatang. Probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunganya naik menjadi 30% Jumat pekan lalu, dari sebelumnya 22%.




TERBARU

[X]
×