kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Soros : Krisis Eropa masuk fase mematikan


Senin, 16 April 2012 / 13:55 WIB
ILUSTRASI. Pusat perbelanjaan. KONTAN/Baihaki/29/03/2021


Reporter: Dyah Megasari, ,

LONDON. Meski penyelesaian masalah keuangan zona Eropa bergulir dan menemui kesepakatan-kesepakatan baru, miliuner kelas dunia George Soros kembali mengingatkan para pemimpin Benua Biru untuk waspada. Ia mengamati, krisis Uni Eropa sudah masuk dalam tahap lebih mematikan.

Pada akhirnya, jika krisis utang tersebut ingin cepat pergi, masing-masing negara harus bisa membiayai kembali utang mereka pada tingkat bunga yang sama.

Soros, yang dikenal karena kenekatannya melanggar aturan Bank of England dan memaksa nilai tukar poundsterling terdevaluasi saat krisis 1992 berpendapat, krisis Eropa saat ini bukannya mereda, justru sedang berancang-ancang menuju kondisi yang cukup parah.

Stagnasi ekonomi Eropa masih bakal berlangsung lama bahkan lebih buruk dan menguji daya tahan euro. Ia membandingkan dengan krisis yang terjadi di Amerika Latin pada 1982. Saat itu, Amerika Latin juga dinilai memasuki dekade yang kelam.

"Perangkap deflasi mengancam akan menghancurkan politik. Sangat sulit bagi Uni Eropa keluar dari masalah ini," ujarnya.

Pria berusia 82 tahun ini juga menilai, suntikan bank sentral Eropa pada perbankan untuk mencegah krisis kredit gagal memecahkan masalah mendasar di Eropa.

"Yang terjadi justru kesenjangan antara Jerman dan negara-negara debitur seperti Yunani jauh lebih besar. Kondisi ke depan akan lebih volatile dan membunuh," ulasnya.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×