kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Sosok paman Kim Jong Un, sang putra bungsu yang bakal jadi pemimpin Korut selanjutnya


Kamis, 27 Agustus 2020 / 08:44 WIB
Sosok paman Kim Jong Un, sang putra bungsu yang bakal jadi pemimpin Korut selanjutnya
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. KCNA via REUTERS


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Paman Kim Jong Un kemungkinan besar akan memimpin Korea Utara. 

Melansir The Sun, Kim jarang terlihat di depan umum tahun ini. Hal tersebut memicu rumor pada bulan April bahwa dia berada dalam "keadaan koma" setelah operasi jantung yang gagal.

Berikut informasi lebih lanjut tentang perkembangan di Korea Utara.

Sosok Kim Pyong Il

Kim Pyong Il, 65 tahun, adalah putra bungsu pendiri Korea Utara, Kim Il Sung, yang masih hidup. Kim Il Sung merupakan kakek KimJong-un.

Baca Juga: Pakar Korea Utara ini berharap adik Kim Jon Un tidak jadi pemimpin tertinggi

Setelah kalah pada 1970-an dari saudara tirinya, Kim Jong Il - yang akhirnya menjalankan negara dari 1994 hingga 2011 - Kim Pyong Il menghabiskan sekitar empat dekade di luar negeri dan menduduki pos diplomatik.

Beberapa ahli Korea Utara mengatakan dia bisa saja mengambil alih tampuk kepemimpinan dari Jong Un, yang tidak pernah menunjuk penggantinya.

Meski demikian, sebagian lain meyakini bahwa saudara perempuan Jong Un, yakni Kim Yo-jong, 33 tahun, yang akan menjadi pemimpin Korea Utara.

Baca Juga: Kim Jong Un diduga koma setelah operasi jantung, pamannya akan ambil alih kekuasaan

Agen mata-mata Korea Selatan, National Intelligence Service (NIS), melaporkan bahwa Kim secara bertahap akan mengalihkan otoritas kepada saudara perempuannya "untuk meredakan stres", meskipun usianya masih muda.

Melansir Foxnews, Chang Song-min, mantan ajudan mendiang presiden Korea Selatan Kim Dae-jung memprediksi, Kim sedang dalam keadaan koma. "Tapi hidupnya belum berakhir," katanya seperti dikutip Foxnews.

"Struktur suksesi lengkap belum terbentuk, jadi Kim Yo-jong dikedepankan karena kekosongan tidak dapat dipertahankan untuk waktu yang lama," ujar dia.

Tuduhan Chang muncul hanya beberapa hari setelah agen mata-mata Korea Selatan mengatakan pemimpin Korut berusia 36 tahun itu telah mendelegasikan sebagian dari wewenangnya kepada para pembantu dekatnya, termasuk adik perempuannya.

Baca Juga: Dugaan Kim Jong Un sakit menguat, ini alasannya

Dalam pertemuan pribadi dengan anggota parlemen minggu lalu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan mengatakan bahwa "Kim Yo-jong, Wakil Direktur Departemen Pertama dari Komite Pusat Partai Pekerja, mengarahkan urusan negara secara keseluruhan pada delegasi tersebut.

Meskipun Kim Jong Un masih mempertahankan otoritas yang absolut.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×