kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Strategi China Mendaratkan Pasukan Terbesar di Dunia ke Taiwan


Senin, 05 Januari 2026 / 12:39 WIB
Strategi China Mendaratkan Pasukan Terbesar di Dunia ke Taiwan
ILUSTRASI. Kelompok tugas kapal induk Liaoning China (Dok/Kementerian Pertahanan China). Pantai Linkou di Taiwan utara tampak seperti pantai biasa. Pada hari-hari tertentu, nelayan berkumpul sambil berbincang tentang hasil tangkapan.


Sumber: Telegraph | Editor: Noverius Laoli

Selat Taiwan memiliki lebar sekitar 110 mil dengan kondisi laut yang sulit, terutama akibat angin kencang, gelombang tinggi, serta musim topan. Faktor ini membatasi waktu ideal untuk operasi amfibi hanya pada bulan-bulan tertentu.

Sebagian besar kapal besar China juga tidak dapat langsung merapat ke pantai dangkal Taiwan. Untuk mengatasi hal ini, Beijing mengembangkan kapal tongkang pendarat dengan kaki penyangga dan jembatan lipat, yang dapat membentuk pelabuhan sementara di lepas pantai.

Meski demikian, sejumlah pejabat pertahanan menilai kondisi pesisir Taiwan saat ini semakin tidak ideal untuk pendaratan massal akibat perubahan garis pantai dan pembangunan komersial.

Baca Juga: China Kerahkan Kapal dan Jet Tempur, Gelar Latihan Perang di Sekitar Taiwan

Di sisi lain, China terus menambah kekuatan kapal perang canggih. Pada November lalu, Beijing meluncurkan kapal induk terbaru, Fujian, yang dilengkapi sistem peluncur pesawat elektromagnetik. 

China juga tengah membangun kapal induk keempat yang diperkirakan bertenaga nuklir, memungkinkan operasi jarak jauh tanpa batas waktu pengisian bahan bakar.

Jika konflik terjadi, kapal-kapal perang ini diperkirakan akan bergabung dengan armada sipil dalam jumlah sangat besar. 

“Banyak orang belum memahami skala operasi yang mungkin dilakukan China. Ini bukan puluhan kapal, melainkan ribuan,” ujar Tom Shugart dari Center for a New American Security.


Tag


TERBARU

[X]
×