kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Strategi China Mendaratkan Pasukan Terbesar di Dunia ke Taiwan


Senin, 05 Januari 2026 / 12:39 WIB
Strategi China Mendaratkan Pasukan Terbesar di Dunia ke Taiwan
ILUSTRASI. Kelompok tugas kapal induk Liaoning China (Dok/Kementerian Pertahanan China). Pantai Linkou di Taiwan utara tampak seperti pantai biasa. Pada hari-hari tertentu, nelayan berkumpul sambil berbincang tentang hasil tangkapan.


Sumber: Telegraph | Editor: Noverius Laoli

Selat Taiwan memiliki lebar sekitar 110 mil dengan kondisi laut yang sulit, terutama akibat angin kencang, gelombang tinggi, serta musim topan. Faktor ini membatasi waktu ideal untuk operasi amfibi hanya pada bulan-bulan tertentu.

Sebagian besar kapal besar China juga tidak dapat langsung merapat ke pantai dangkal Taiwan. Untuk mengatasi hal ini, Beijing mengembangkan kapal tongkang pendarat dengan kaki penyangga dan jembatan lipat, yang dapat membentuk pelabuhan sementara di lepas pantai.

Meski demikian, sejumlah pejabat pertahanan menilai kondisi pesisir Taiwan saat ini semakin tidak ideal untuk pendaratan massal akibat perubahan garis pantai dan pembangunan komersial.

Baca Juga: China Kerahkan Kapal dan Jet Tempur, Gelar Latihan Perang di Sekitar Taiwan

Di sisi lain, China terus menambah kekuatan kapal perang canggih. Pada November lalu, Beijing meluncurkan kapal induk terbaru, Fujian, yang dilengkapi sistem peluncur pesawat elektromagnetik. 

China juga tengah membangun kapal induk keempat yang diperkirakan bertenaga nuklir, memungkinkan operasi jarak jauh tanpa batas waktu pengisian bahan bakar.

Jika konflik terjadi, kapal-kapal perang ini diperkirakan akan bergabung dengan armada sipil dalam jumlah sangat besar. 

“Banyak orang belum memahami skala operasi yang mungkin dilakukan China. Ini bukan puluhan kapal, melainkan ribuan,” ujar Tom Shugart dari Center for a New American Security.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×