kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Sudah Vaksin Booster, Pasien Omicron Pulih dari Gejala 3 Hari Lebih Awal dari Delta


Jumat, 08 April 2022 / 12:49 WIB
Sudah Vaksin Booster, Pasien Omicron Pulih dari Gejala 3 Hari Lebih Awal dari Delta
ILUSTRASI. Orang yang sudah mendapat vaksin booster pulih dari gejala varian Omicron tiga hari lebih awal dibanding Delta. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - PARIS. Orang yang divaksinasi lengkap dan mendapat suntikan booster pulih dari gejala varian Omicron tiga hari lebih awal dibanding Delta, sebuah penelitian yang rilis Jumat (8/4) menunjukkan.

Studi ini juga menemukan, orang yang terjangkit Omicron secara signifikan lebih kecil kemungkinannya kehilangan indra penciuman, dan mengonfirmasi penelitian sebelumnya bahwa gejalanya tidak terlalu parah.

Mengutip Channel News Asia, untuk mengetahui perbedaan cara Omicron dan Delta membuat penderita sakit, para peneliti menggunakan aplikasi smartphone bernama ZOE.

Lewat aplikasi gratis itu, lebih dari 63.000 orang yang sudah divaksinasi di Inggris berusia antara 16 hingga 99 tahun melaporkan gejala Covid-19 yang mereka alami antara Juni 2021 dan Januari 2022.

Baca Juga: Studi Baru: Penderita Covid-19 Punya Risiko Pembekuan Darah Serius hingga 6 Bulan

Bagi mereka yang udah divaksinasi dua dosis vaksin ditambah booster, gejala dari Omicron berlangsung 4,4 hari dibandingkan dengan 7,7 hari untuk Delta, ada perbedaan 3,3 hari.

Sedang buat orang yang mendapat dua dosis tetapi tidak mendapat vaksin booster, gejala Omicron hilang dalam 8,3 hari dibanding 9,6 hari untuk Delta, menurut penelitian yang terbit dalam jurnal medis Lancet.

Pemulihan yang lebih cepat menunjukkan, "periode penularan mungkin lebih pendek, yang pada gilirannya akan berdampak pada kebijakan kesehatan di tempat kerja dan pedoman kesehatan masyarakat," kata para peneliti.

Penelitian, yang akan dipresentasikan pada Kongres Mikrobiologi Klinis Eropa dan Penyakit Menular di Lisbon, Portugal, akhir bulan ini, juga menemukan, hanya 17% dari mereka yang terpapar Omicron kehilangan indra penciuman dibanding 53% untuk Delta.

Tapi, orang yang terinfeksi Omicron memiliki 55% peningkatan risiko sakit tenggorokan, dan 24% mungkin mengembangkan suara serak.
Studi ini juga menemukan, pasien Omicron 25% kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumahsakit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×