Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tri Adi
KONTAN.CO.ID - Perjalanan hidup miliarder dunia, punya beragam sisi menarik dan unik, bahkan sisi buruk. Seperti halnya Darwin Deason, pendiri Affiliated Computer Services (ACS) dan juga pemegang saham Xerox Business Services. Menurut Forbes, kekayaan pria ini ditaksir senilai US$ 1,28 miliar. Sejak perceraian keempatnya, Deason menjadi pemakai narkoba. Meski belakangan memiliki kebiasaan buruk, namun di satu sisi, Deason merupakan seorang pekerja keras.
Perjalanan karier Darwin Deason tak selalu mulus. Langkah akuisisi Affiliated Computer Services (ACS) dari Cerberus Capital Managament pada tahun 2007 silam oleh pria kelahiran Arkansas tersebut tidak berjalan mulus.
Saat meletakkan jabatan sebagai CEO ACS, upaya Deason untuk membeli saham ACS beberapa kali gagal. Successstory memberitakan, Deason menghabiskan waktu selama dua tahun untuk mewujudkan keinginannya.
Pasca mendapatkan mayoritas saham ACS, Deason pun tergoda melepas ACS setelah mendapat penawaran dari Xerox Business Services (Xerox). Xerox merupakan perusahaan fotokopi terbesar di dunia. Perusahaan ini berkantor pusat di Amerika Serikat (AS) dan memiliki cabang di lebih dari 160 negara di dunia.
Forbes memberitakan bahwa Deason menjual perusahaannya kepada Xerox dengan harga cukup tinggi, yakni US$ 6,4 miliar pada tahun 2009 silam. Deason lantas beralih menjadi pemegang saham Xerox, dimana dia menjadi pemegang saham individual terbesar, dengan kepemilikan sebanyak 6%.
Kini Deason tinggal di kawasan Dallas, Texas, bersama dengan istrinya Katerina. Katarina sendiri merupakan istri kelima Deason, setelah empat pernikahan sebelumnya kandas. Adapun, mengenai identitas para mantan istri Deason tidak terlalu banyak diulas media. Hanya saja, sempat diberitakan bahwa salah satu mantan istrinya, yakni Paula Deason, memiliki kiprah cukup cemerlang di dunia ketenagakerjaan.
Paula tercacat sangat aktif di kegiatan sosial, terutama dalam bidang pendidikan antara lain pelatihan profesi untuk anak-anak dan remaja dalam mempersiapkan keterampilan di dunia kerja.
Berbeda dengan mantan istrinya, dikabarkan bahwa Deason cenderung menjalani hidup dengan penuh kemewahan bersama dengan istri yang berselisih umur 27 tahun lebih muda darinya. Deason juga kerap menghabiskan waktu untuk berlayar berkeliling Amerika Serikat (AS) dengan kapal pesiar miliknya yang bernilai US$ 50 juta, mengutip superyatchfan.com.
Kehidupan Deason tak lepas dari banyak kontroversi, Tahun 2003 silam, Dmagazine menjuluki Deason sebagai pria kaya yang tidak tahu malu. Sebabnya lantaran sang miliarder memakai kekayaannya untuk melakukan hal negatif, antara lain menggunakan narkoba jenis ganja yakni marijuana dan menenggak minuman beralkohol.
Semuanya dia lakukan di atas kapal pesiar mewah miliknya bersama teman dan rekanan bisnisnya. Usut punya usut, kebiasaan negatif tersebut muncul ketika Deason bercerai dengan istri keempatnya.
SuccessStory menyebut bahwa ketika diwawancara, Darwin kerap mengulang cita-citanya antara lain menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Adapun semasa kecil, Deason menyatakan hidup dalam kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Namun lantaran kekayaan yang berlimpah, toh kekayaannya tak pernah anjlok meski telah melakukan kebiasaan buruknya itu sejak tahun 2003.
Ayah dari tiga anak ini tercatat menduduki posisi orang terkaya dunia versi Forbes di urutan ke 1.678 dengan jumlah kekayaan mencapai US$ 1,28 miliar. Deason juga tercatat pula sebagai orang terkaya nomor 505 di AS.
Posisi Deason saat ini turun dari posisi di tahun 2011 silam. Kala itu, Forbes mencatat Deason sebagai orang terkaya dunia di posisi ke 397.
Walau begitu, kegigihan Deason dan kerja kerasnya ketika masih berusia remaja, patut dicontoh. Hal tersebut telah terbukti membuahkan hasil dan membawa Deason masuk jajaran orang terkaya di dunia.
(Bersambung)













