kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Surat penangkapan bos Samsung Group ditolak pengadilan Seoul


Selasa, 09 Juni 2020 / 07:41 WIB
Surat penangkapan bos Samsung Group ditolak pengadilan Seoul
ILUSTRASI. Samsung Group chief, Lee Jae-yong

Sumber: Yonhap | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pengadilan Distrik Seoul akhirnya menolak mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Vice President Samsung Electronics, Lee Jae-yong, yang sedang diselidiki terkait kasus merger kontroversial yang membuatnya sukses jadi ahli waris untuk Samsung Group. 

Pengadilan menilai, permintaan jaksa penuntut umum untuk menempatkan Lee ke jeruji besi tidak memiliki alasan yang cukup kuat. Selain Lee, dua eksekutif Samsung lainnya, Choi Gee-sung dan Kim Jong-joong, juga berhasil menghindari penangkapan. 

Baca Juga: Samsung Group bantah keterlibatan sang bos dalam merger kontroversial

"Tidak ada penjelasan yang cukup tentang perlunya menangkap para terdakwa," kata Hakim Won Jung-sook, Selasa (9/6). 

Lebih lanjut, Hakim Won bilang, fakta-fakta dasar dari kasus ini sudah dijelaskan dan jaksa memiliki cukup banyak bukti untuk memulai penyelidikannya. "Mengingat pentingnya kasus ini, apakah para terdakwa bertanggung jawab dan jika demikian, berapa banyak tanggung jawab tersebut harus dibuktikan dalam pertempuran hukum dan persidangan yang memadai," tegas Hakim Won.

Namun, Kejaksaan mengaku frustrasi dengan keputusan tersebut. "Mengingat keseriusan kasus ini dan sejumlah bukti yang sudah diajukan, keputusan pengadilan untuk menolak surat perintah penangkapan sangat memalukan," kata Kejaksaan dalam sebuah pernyataan. 

"Terlepas dari hasilnya, kami akan melakukan yang terbaik untuk melanjutkan penyelidikan sesuai dengan hukum dan prinsip ke depan," lanjut Kejaksaan. 

Pada persidangan yang dilaksanakan Senin (8/6), Lee terlihat tiba pada pukul 10.00 waktu setempat untuk menghadiri sidang tentang validasi penangkapnya. 

Baca Juga: Kejaksaan Korea Selatan kembali minta surat penangkapan ahli waris Samsung Group

Ahli waris Samsung Group ini pun terlihat meninggalkan Pusat Penahanan Seoul yang berada di Uliwang, Seoul Selatan pada Selasa (9/6) pukul 02.40 waktu setempat. 

Seperti diketahui, Lee kembali berurusan dengan hukum setelah diselidiki terkait dengan merger kontroversial antara dua afiliasi Samsung pada 2015 silam. Keberhasilan merger ini menjadi kunci sukses Lee mengambil alih kendali Samsung Group setelah ayahnya, Lee Kun-hee sakit. 



TERBARU

[X]
×