kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Tahun 2020, suku bunga acuan The Fed diprediksi melandai di level 2%


Senin, 23 Desember 2019 / 18:40 WIB
Tahun 2020, suku bunga acuan The Fed diprediksi melandai di level 2%
ILUSTRASI. Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengadakan konferensi pers setelah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal dua hari di Washington, AS, 19 Juni 2019.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pada tahun 2020, suku bunga acuan The Fed diperkirakan akan melandai ke level 2% setelah lama bertengger di 3%. Namun, ada dua katalis potensial yang perlu diperhatikan untuk mencapai level itu yakni hasil Brexit dan kesepakatan yang jelas dari fase pertama dalam perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

Menurut proyeksi Wall Street yang berpusat pada imbal hasil Treasury sejak 10 tahun terakhir di AS menunjukkan bahwa proyeksi tersebut naik sekitar setengah poin persentase ketika ditutup pada 2019 yaitu sekitar 3,29%. Proyeksi tersebut akan jauh lebih dari 130 basis poin.

Baca Juga: Warren Buffett memberi hadiah Natal berupa saham kepada kerabatnya

Pergantian dovish tersebut mengejutkan The Fed awal tahun ini sehingga dengan cepat menyelesaikan perdebatan terkait patokan suku bunga diperkirakan bisa kembali di atas 3%. Namun pertanyaanya adalah ketika menuju tahun 2020 apakah suku bunga bisa di atas 2%?

Tidak banyak investor yang berpikir demikian. Dua katalis potensial utama untuk menjawab proyeksi tersebut adalah hasil Brexit yang ditentukan pada bulan ini serta kesepakatan perdagangan AS-China. Bahkan dengan semua itu karena sejak 10 tahun terakhir ini masih terjebak di atas 1,9%.

"Pertumbuhan global ini memang sulit dipahami. Ini tidak akan lepas landas hanya karena Anda memiliki sedikit resolusi fase pertama,” kata Manajer Investasi MacKay Shields Alexandra Wilson-Elizondo dilansir dari Bloomberg, Minggu (22/12).

Baca Juga: Ini pemenang sayembara desain kawasan Ibu Kota Negara

Menurutnya, hal ini sudah menjadi pola dalam beberapa minggu terakhir. Sejak Agustus 2019 lalu ternyata realisasi bunga tidak terlalu tinggi dari masa puncak bulan lalu yaitu sebesar 1,97%.

Yang berlawanan adalah bahwa para investor akhirnya mengkhawatirkan dari risiko terbesar terhadap kenaikan yang luar biasa dari pasar obligasi. Ekspektasi inflasi telah menggerakkan posisi terendah mereka.



TERBARU

[X]
×