kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Taiwan tuding China sebagai ancaman di Samudera Pasifik


Senin, 07 Oktober 2019 / 21:14 WIB
Taiwan tuding China sebagai ancaman di Samudera Pasifik
ILUSTRASI. Pesawat tempur Taiwan

Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Taiwan menuding China mempraktikkan ekspansionisme otoriter di Pasifik. Hal itu merujuk pada laporan rencana kehadiran militer China di dua negara pasifik yang baru-baru ini mengalihkan kesetiaan diplomatik mereka ke Beijing dari Taipei.

"Kami telah melihat laporan bahwa China tertarik untuk membuka kembali stasiun radar ini di Kiribati, dan membangun pangkalan angkatan laut di Provinsi Barat Kepulauan Solomon," kata Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu pada forum kerja sama antara negara-negara di Pasifik, Senin (7/10) seperti dilansir Reuters.

Baca Juga: Tujuh kota ini mampu tarik modal asing nyaris Rp 1.000 triliun dalam 3 tahun terakhir

Wu melanjutkan, dari perspektif jangka panjang, pihaknya menyatakan mengkhawatirkan kehadiran China di pasifik berpotensi membuat wilayah ini tertutup terhadap negara lainnya.

Kepulauan Solomon dan Kiribati memutuskan untuk mengakui China bulan lalu. Sebagai konsekuensinya, mereka memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan yang diklaim Beijing sebagai provinsi sendiri tanpa hak atas hubungan negara-ke-negara. 

Keputusan itu mengurangi jumlah sekutu diplomatiknya Taiwan di Pasifik menjadi hanya tinggal empat yakni Palau, Kepulauan Marshall, Tuvalu dan Nauru. Sekarang Taiwan hanya memiliki ikatan diplomatik resmi dengan 15 negara di dunia.

Wu mendesak negara-negara termasuk Amerika Serikat untuk mendorong balik dengan kuat terhadap langkah China untuk mengurangi kehadiran Taiwan di Pasifik.

Baca Juga: Wow, Super Junior puncaki KPOP chart Taiwan selama 100 pekan

"Saya tentu tidak ingin melihat Pasifik berubah menjadi Laut China Selatan yang lain, dengan suatu hari kami semua mengeluh bahwa sudah terlambat bagi kami untuk melakukan apa pun," kata Wu, merujuk pada langkah China untuk membangun instalasi militer di pulau-pulau buatan dan terumbu karang di perairan yang disengketakan.

Taiwan mendapat tekanan dari Beijing, yang mencakup patroli pembom China di sekitar pulau itu, sejak Presiden Tsai Ing-wen menjabat pada 2016. China mencurigai Tsai mendorong kemerdekaan resmi Taiwan, sebuah garis merah untuk Beijing.

Baca Juga: Besok, aksi unjuk rasa besar-besaran anti-pemerintah akan berlangsung di Hong Kong

Taiwan menuduh China berusaha mencampuri pemilihan presiden mendatang pada Januari karena Tsai sedang mengusahakan pemilihan kembali - sebuah tuduhan yang dibantah China.

Amerika Serikat, yang memiliki hubungan penuh dengan China dalam masalah perdagangan, pertahanan dan teknologi, menjunjung tinggi apa yang dikenal sebagai kebijakan "satu-Cina" - secara resmi mengakui Beijing dan bukan Taipei - sembari membantu Taiwan.

 

 




TERBARU

Close [X]
×