kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,96   1,15   0.15%
  • EMAS930.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.09%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Tak percaya kepada Trump, 36% orang Amerika tak mau disuntik vaksin corona


Kamis, 21 Mei 2020 / 20:32 WIB
Tak percaya kepada Trump, 36% orang Amerika tak mau disuntik vaksin corona
ILUSTRASI. Lydia Hassebroek menyapa temannya Rose melalui jendela dapur saat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (17/5/2020). REUTERS/Caitlin Ochs

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Seperempat orang Amerika enggan untuk divaksin oleh vaksin virus corona. Hal ini terungkap dalam sebuah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang diterbitkan pada hari Kamis ini.

Dilansir dari Reuters, di saat para ahli kesehatan mengatakan bahwa vaksin diperlukan untuk mengembalikan kehidupan ke kondisi normal, survei ini menunjukkan adanya masalah kepercayaan potensial kepada pemerintahan Trump yang sedang dikecam karena pedoman keselamatan yang sering kontradiktif selama pandemi.

Baca Juga: Kabar baik, keadaan darurat corona di Tokyo bisa dicabut pada pekan depan

Sekitar 36% responden mengatakan mereka kurang bersedia untuk divaksin jika Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa vaksin tersebut aman. Sementara cuma 14% responden yang tertarik untuk divaksin.

Sebagian besar responden dalam survei terhadap 4.428 orang dewasa AS yang diambil antara 13 Mei dan 19 Mei ini mengatakan mereka akan sangat dipengaruhi oleh panduan dari Food and Drug Administration atau hasil studi ilmiah skala besar yang menunjukkan bahwa vaksin tersebut aman.

Kurang dari dua pertiga responden mengatakan bahwa mereka “sangat” atau “agak” tertarik pada vaksin, angka yang diperkirakan oleh beberapa pakar kesehatan akan lebih tinggi mengingat kesadaran yang semakin tinggi akan COVID-19 dan lebih dari 92.000 kematian terkait virus corona di Amerika Serikat saja.

"Ini sedikit lebih rendah daripada yang saya kira akan dengan semua perhatian pada COVID-19," kata Dr. William Schaffner, seorang ahli penyakit menular dan vaksin di Vanderbilt University Medical Center di Nashville. 

Baca Juga: Duh, jumlah kasus corona di pusat penahanan pekerja migran ilegal Malaysia melonjak

Empat belas persen responden mengatakan mereka sama sekali tidak tertarik untuk divaksin, dan 10% mengatakan mereka tidak terlalu tertarik. Sementara 11% lainnya tidak yakin.




TERBARU

[X]
×