kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Tengah panas dengan China, India desak Rusia percepat pengiriman sistem rudal S-400


Kamis, 25 Juni 2020 / 11:44 WIB
ILUSTRASI. Rudal canggih S200 buatan Rusia


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Pertikaian perbatasan antara China dan India terakhir berkobar pada tahun 2017, ketika tentara India dan Tentara Pembebasan Rakyat berselisih selama dua bulan mengenai pembangunan jalan Cina di Doklam, dekat daerah perbatasan tiga persimpangan yang diklaim oleh Cina dan Bhutan yang merupakan sekutu India. 

Tetapi konfrontasi pada pekan lalu di Lembah Galwan adalah yang terburuk dalam beberapa dasawarsa, dengan sedikitnya 20 tentara India terbunuh.

Baca Juga: Kasus corona melonjak, pembukaan Disneyland California akhirnya ditunda

China telah memperluas gudang senjatanya di perbatasan sejak Doklam berselisih. Termasuk dengan jet tempur siluman J-20, helikopter Z-20, jet tempur J-10C dan J-11B yang dimodifikasi, drone multi-peran Wing Loong II, tank ringan Type 99A dan Type 15 yang dapat menangani ketinggian tinggi dan rudal Dongfengnya .

Pakar militer yang bermarkas di Hong Kong, Liang Guoliang mengatakan, meskipun S-400 mungkin dapat mendeteksi dan menembak jatuh jet tempur J-10C dan J-11B, namun senjata itu tidak akan mampu berurusan dengan pesawat tempur siluman J-20 atau hipersonik lainnya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×