kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Tentara AS dipastikan akan menetap lebih lama di Afghanistan


Kamis, 19 Agustus 2021 / 08:49 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden melambai ke media saat menaiki Air Force One di Pangkalan Bersama Andrews di Maryland, Amerika Serikat, Jumat (9/7/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Pada hari Selasa (17/8), Biden mengaku cukup kecewa degan keengganan para tentara Afghanistan, yang telah dilatih tentara AS, untuk memerangi kelompok Taliban yang kini menguasai negara tersebut.

Biden juga menyalahkan pengambilalihan Taliban di Afghanistan pada para pemimpin politik Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu.

"Ini terjadi lebih cepat dari yang kami perkirakan. Para pemimpin politik Afghanistan menyerah dan melarikan diri dari negara itu. Militer Afghanistan menyerah, terkadang tanpa berusaha melawan," ungkap Biden dalam pidatonya di Gedung Putih

Meskipun demikian, Biden merasa keputusan AS untuk menarik pasukannya secara penuh dari Afghanistan adalah keputusan yang tepat.

Dalam pidatonya, Biden mengakui pergerakan Taliban yang cepat kali ini benar-benar di luar dugaan. Sebelumnya intelijen AS memperkirakan bahwa Kabul akan dikuasai Taliban dalam kurun waktu 90 hari.

Selanjutnya: Joe Biden menyayangkan sikap tentara Afghanistan yang enggan memerangi Taliban




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×