kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Terbanyak di luar China, virus corona menewaskan empat orang di Iran


Jumat, 21 Februari 2020 / 23:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang perempuan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus corona baru berada di sebuah eskalator di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Sebagian besar kasus masih merupakan penduduk Qom atau orang-orang yang datang dari Qom ke provinsi lain dalam beberapa hari dan minggu terakhir," ujar Jahanpour.

Baca Juga: China temukan lonjakan kasus virus corona di penjara

Cuma, Jahanpour tidak mau berkomentar tentang dugaan asal mula wabah virus corona di Republik Islam itu. Dia menambahkan, Iran sejauh ini telah menerima peralatan medis dari WHO untuk mendeteksi Covid-19.

Namun, seorang pejabat Pemerintah Iran mengungkapkan, dua orang pertama yang meninggal karena virus corona tidak pernah meninggalkan Iran.

Pada Jumat (21/2), Iran mengelar pemilihan parlemen. Media pemerintah menyebutkan, virus corona belum mampu meredam "semangat revolusioner rakyat Qom" untuk datang ke tempat pemungutan suara.




TERBARU

[X]
×