kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.077   77,00   0,43%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Terbanyak di luar China, virus corona menewaskan empat orang di Iran


Jumat, 21 Februari 2020 / 23:59 WIB
ILUSTRASI. Seorang perempuan menggunakan masker untuk mencegah tertular virus corona baru berada di sebuah eskalator di Kuala Lumpur, Malaysia, 10 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Iran, Jumat (21/2) melaporkan dua kematian lagi akibat virus corona baru yang berasal dari 13 kasus anyar Covid-19. Sehingga, total kasus kematian di negeri Mullah menjadi empat dan infeksi jadi 18.

Ini membawa Iran sebagai negara dengan kasus kematian akibat virus corona terbanyak di luar China. Total, Covid-19 sudah merenggut 13 nyawa di luar negeri tembok raksasa.

Wabah Covid-19 pertama kali terkonfirmasi di Iran pada Rabu (19/2). Para pejabat negara itu mengatakan, virus corona menewaskan dua orang lanjut usia di kota suci Syiah, Qom. Mereka adalah kematian pertama di Timur Tengah.

Baca Juga: Ngeri, hari ini Korea Selatan laporkan 100 kasus baru virus corona

"Tiga belas kasus baru telah terkonfirmasi," kata Kianoush Jahanpour, juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Jumat (21/2), seperti dikutip Channelnewsasia.com. "Sayangnya, dua dari mereka meregang nyawa," imbuh dia.

Menurut Jahanpour, kasus-kasus baru yang Kementerian Kesehatan Iran laporkan dengan perincian: tujuh di Qom, empat di Teheran, dan dua di Gilan yang terletak di pesiri Laut Kaspia.

"Sebagian besar kasus masih merupakan penduduk Qom atau orang-orang yang datang dari Qom ke provinsi lain dalam beberapa hari dan minggu terakhir," ujar Jahanpour.

Baca Juga: China temukan lonjakan kasus virus corona di penjara

Cuma, Jahanpour tidak mau berkomentar tentang dugaan asal mula wabah virus corona di Republik Islam itu. Dia menambahkan, Iran sejauh ini telah menerima peralatan medis dari WHO untuk mendeteksi Covid-19.

Namun, seorang pejabat Pemerintah Iran mengungkapkan, dua orang pertama yang meninggal karena virus corona tidak pernah meninggalkan Iran.

Pada Jumat (21/2), Iran mengelar pemilihan parlemen. Media pemerintah menyebutkan, virus corona belum mampu meredam "semangat revolusioner rakyat Qom" untuk datang ke tempat pemungutan suara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×