kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Terkontraksi parah tahun ini, pemulihan ekonomi global butuh waktu lama


Jumat, 24 April 2020 / 17:44 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi pertumbuhan ekonomi


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Herlina Kartika Dewi

"Pembukaan kembali ekonomi akan terhuyung-huyung sampai tersedia vaksin secara luas, menyiratkan bentuk grafik pemulihan ekonomi global yang lebih mendekati huruf U daripada bentuk V,"kata Michael dikutip Reuters, Jumat (24/4)

Dalam jajak pendapat itu, pertumbuhan global tahun depan diperkirakan akan kembali ke 4,5%, jauh lebih lemah dari prediksi pertumbuhan IMF sebesar 5,8%.

Beberapa jajak pendapat Reuters selama dua bulan terakhir, para ekonom yang umumnya lebih optimis menyikapi kondisi ekonomi, belakangan jadi sangat berhati-hati. Semakin banyak dari mereka yang berulang kali memangkas perkiraan yang sudah suram untuk negara-negara maju dan negara berkembang.

Perkiraan produk domestik bruto untuk semua 42 ekonomi yang disurvei oleh Reuters bulan ini diturunkan untuk tahun 2020 dan harapan untuk tahun depan adalah yang terbaik.

Baca Juga: Fund manager JPMorgan buktikan investasi saham negara berkembang menguntungkan

Itu menunjukkan jumlah dukungan fiskal dan moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah dan bank sentral di seluruh dunia akan melunakkan pukulan dari pandemi tersebut.

Namun, hampir 90% ekonom, atau 147 dari 165 mengatakan perkiraan mereka untuk paruh kedua 2020 berisiko cenderung lebih condong ke sisi negatif, yang menunjukkan prospek kemungkinan penurunan lagi jika pandemi memburuk.

"Kami cenderung melihat kontraksi yang lebih dalam pada tahun 2020 daripada selama krisis keuangan global. Tetapi itu sangat tergantung pada apa yang terjadi selanjutnya, berapa lama pembatasan akan bertahan, apa yang dapat diberikan ilmu kedokteran, serta dukungan kebijakan apa yang tersedia, "kata Janet Henry, kepala ekonom global di HSBC .

Henry melihat, kondisi ini bukan hanya masalah jangka pendek, tetapi berimplikasi jangka menengah hingga jangka panjang pada pertumbuhan global, tingkat utang, kebijakan publik, dan globalisasi secara luas.

Resesi ekonomi AS terlihat jauh lebih buruk dari yang diperkirakan beberapa pekan lalu. Ekonomi zona euro mengarah pada rekor resesi terdalam dan ekonomi Inggris juga diperkirakan akan menderita penurunan terburuk yang pernah ada di masa damai.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×