kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Terus bertambah, penularan virus corona dari manusia ke manusia di luar China


Rabu, 05 Februari 2020 / 20:11 WIB
Terus bertambah, penularan virus corona dari manusia ke manusia di luar China
ILUSTRASI. Orang-orang menggunakan masker pelindung di Bangkok, Thailand, 4 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Penularan virus corona baru di luar China semakin mencemaskan. Setidaknya tiga pengusaha Asia yang menghadiri konferensi internasional di sebuah hotel Singapura terjangkit virus mematikan itu.

Malaysia mengatakan, warga negeri jiran pertama yang terinfeksi virus corona baru adalah pria 41 tahun. Ia menghadiri pertemuan beberapa delegasi internasional termasuk dari China di Singapura pada pertengahan Januari lalu.

Korea Selatan juga melaporkan dua kasus warga negeri ginseng yang terkonfirmasi terkena virus corona baru, mengunjungi konferensi bisnis yang sama di Singapura.

Baca Juga: Jawab temuan obat virus corona, WHO: Belum ada terapi efektif

Jeong Eun-kyeon, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KCDC), menyebutkan, seorang warga Korea Selatan berusia 38 tahun melakukan kontak dengan warga negara Malaysia yang terinfeksi virus corona.

Mengutip surat kabar Korea Joongang Ilbo, Reuters melaporkan, keduanya makan malam bersama dengan beberapa warga Korea Selatan lainnya selama konferensi.

KCDC menambahkan, seorang warga negara Korea Selatan lainnya, pria berusia 36 tahun, juga positif terkena virus corona baru yang sudah menewaskan hampir 500 orang.

Baca Juga: Mencari nama resmi yang tepat untuk virus corona baru

Kementerian Kesehatan Singapura menyatakan, pengusaha Malaysia itu telah menghadiri pertemuan bisnis dengan warga negara China di Grand Hyatt Hotel. Saat ini, Singapura berupaya mengidentifikasi orang lain yang berisiko.

Gerald Kheng, juru bicara Hotel Grand Hyatt, membenarkan, warga negara Malaysia itu menginap di Grand Hyatt selama seminggu pada pertengahan Januari lalu. Tetapi, ia enggan mengomentari pertemuan bisnis di hotelnya.

Kheng bilang, Kementerian Kesehatan Singapura belum memberi tahu, bagaimana, di mana, atau kapan orang Malaysia itu terinfeksi virus corona baru.

Baca Juga: Ciptakan vaksin virus corona, ilmuwan Inggris membuat terobosan

"Hotel sudah kami bersihkan secara seksama dan belum mengetahui ada kasus lain di antara para tamu atau staf hotel," kata Kheng seperti dikutip Reuters.

Singapura, salah satu negara terparah di luar China dalam wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pada 2003, sudah melaporkan 24 kasus virus corona baru, termasuk beberapa kasus penularan dari manusia ke manusia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus-kasus penularan dari manusia ke manusia di luar Tiongkok sangat memprihatinkan, dan bisa menandakan wabah yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Takut tertular corona, sejumlah warga pulau Natuna memilih mengungsi


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×