kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Terusik di Laut China Selatan, Filipina ancam akan ada misi bunuh diri pada China


Jumat, 05 April 2019 / 21:17 WIB


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - Hong Kong. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam China bila meneruskan aksinya di teritori yang diklaim sebagai milik negaranya.

Sebelumnya pemerintah Filipina mengklaim ada sebanyak 275 kapal Tiongkok yang telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir di sekitar Pulau That Manila di rantai Pulau Spratly. "Mari kita berteman, tetapi jangan menyentuh Pulau Pagasa dan yang lainnya," kata Duterte, seperti dikutip CNN.

"Jika Anda (China) pindah ke sana, itu akan menjadi cerita yang berbeda. Saya akan memberi tahu prajuritku untuk bersiap dalam misi bunuh diri," tegasnya.

Duterte mengatakan dia tidak memperingatkan, melainkan memberi saran kepada pihak-pihak yang ia anggap sebagai teman. 

Ketegangan di Laut Cina Selatan meningkat sejak awal 2019 yang merupakan salah satu daerah yang paling dipersengketakan di dunia dan merupakan jalur pelayaran penting.

Filipina dan China masing-masing mengklaim wilayah di laut yang luas, bersama dengan beberapa negara lain termasuk Vietnam, Malaysia dan Brunei. 

Kedatangan terakhir dari kapal-kapal China di sekitar Pulau Thitu telah memicu respons keras dari Manila.

Departemen Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan mengatakan kehadiran kapal-kapal tersebut adalah ilegal dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Filipina.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×