kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Terusik di Laut China Selatan, Filipina ancam akan ada misi bunuh diri pada China


Jumat, 05 April 2019 / 21:17 WIB


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - Hong Kong. Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengancam China bila meneruskan aksinya di teritori yang diklaim sebagai milik negaranya.

Sebelumnya pemerintah Filipina mengklaim ada sebanyak 275 kapal Tiongkok yang telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir di sekitar Pulau That Manila di rantai Pulau Spratly. "Mari kita berteman, tetapi jangan menyentuh Pulau Pagasa dan yang lainnya," kata Duterte, seperti dikutip CNN.

"Jika Anda (China) pindah ke sana, itu akan menjadi cerita yang berbeda. Saya akan memberi tahu prajuritku untuk bersiap dalam misi bunuh diri," tegasnya.

Duterte mengatakan dia tidak memperingatkan, melainkan memberi saran kepada pihak-pihak yang ia anggap sebagai teman. 

Ketegangan di Laut Cina Selatan meningkat sejak awal 2019 yang merupakan salah satu daerah yang paling dipersengketakan di dunia dan merupakan jalur pelayaran penting.

Filipina dan China masing-masing mengklaim wilayah di laut yang luas, bersama dengan beberapa negara lain termasuk Vietnam, Malaysia dan Brunei. 

Kedatangan terakhir dari kapal-kapal China di sekitar Pulau Thitu telah memicu respons keras dari Manila.

Departemen Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan mengatakan kehadiran kapal-kapal tersebut adalah ilegal dan merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Filipina.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×