kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.057   -20,00   -0,11%
  • IDX 5.692   -147,63   -2,53%
  • KOMPAS100 754   -18,04   -2,34%
  • LQ45 567   -14,29   -2,46%
  • ISSI 199   -4,04   -1,99%
  • IDX30 321   -7,87   -2,39%
  • IDXHIDIV20 396   -10,45   -2,57%
  • IDX80 85   -1,87   -2,15%
  • IDXV30 108   -3,45   -3,10%
  • IDXQ30 104   -2,46   -2,31%

Tes vaksin virus corona resmi dilakukan, sukarelawan AS dapat suntikan pertama


Selasa, 17 Maret 2020 / 09:47 WIB
ILUSTRASI. Warga mengenakan masker di New York. REUTERS/Eduardo Munoz


Sumber: Al Jazeera,AP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ada puluhan vaksin 

Kandidat vaksin ini, diberi nama kode mRNA-1273, dikembangkan oleh NIH dan perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts, Moderna Inc. Tidak ada kemungkinan peserta dapat terinfeksi dari suntikan karena mereka tidak mengandung virus corona itu sendiri.

Ini bukan satu-satunya vaksin potensial yang akan diujicoba. Lusinan kelompok riset di seluruh dunia berlomba untuk membuat vaksin melawan COVID-19. Kandidat lain, yang dibuat oleh Inovio Pharmaceuticals, diperkirakan akan memulai studi keselamatan sendiri -di AS, China dan Korea Selatan- pada bulan depan.

Baca Juga: Lembaga Eijkman diihubungi Kemenkes untuk membahas pembuatan vaksin corona

Eksperimen Seattle berlangsung beberapa hari setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah virus baru sebagai pandemi karena penyebaran globalnya yang cepat, menginfeksi lebih dari 169.000 orang dan menewaskan lebih dari 6.500.

Virus corona telah menjungkirbalikkan tatanan sosial dan ekonomi dunia sejak China pertama kali mengidentifikasi virus itu tahun lalu. Untuk menghentikan penyebarannya, China menutup sekolah dan bisnis, membatasi perjalanan, membatalkan acara hiburan dan olahraga, serta mendorong orang untuk menjauh satu sama lain.

Baca Juga: Belum ada obatnya, bagaimana pasien positif virus corona sembuh?

Memulai apa yang oleh para ilmuwan disebut sebagai penelitian pertama pada manusia adalah kesempatan penting bagi para ilmuwan. Mereka telah bekerja sepanjang waktu, menyiapkan penelitian di negara bagian AS yang diserang paling awal dan paling keras oleh virus mematikan itu.

"Namun, berawal dari ketidaktahuan bahwa virus ini ada di luar sana ... untuk memiliki vaksin, hanya diperlukan waktu pengujian sekitar dua bulan merupakan hal yang  belum pernah terjadi sebelumnya," tutur Jackson mengatakan kepada The Associated Press.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×