Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Pemerintah Thailand akan mengadakan pertemuan dengan bank sentral dan badan perencanaan ekonomi untuk membahas strategi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke kisaran 3% hingga 3,5% pada tahun ini.
Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan Thailand, Pichai Chunhavajira, pada Kamis (27/2).
Baca Juga: Bangun Kasino, Thailand Rancang Aturan Ketat bagi Penjudi Lokal
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah akan membahas langkah-langkah untuk meningkatkan sektor pariwisata serta menekan harga komoditas pertanian, ujar Pichai kepada wartawan.
Sebagai ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara, Thailand hanya mencatat pertumbuhan sebesar 2,5% pada tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan dan tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga.
Pichai menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini akan didorong oleh investasi asing dan kebijakan stimulus pemerintah.
Pemerintah berencana meluncurkan tahap berikutnya dari program stimulus senilai 450 miliar baht (US$13,3 miliar) pada kuartal kedua.
Baca Juga: Produksi Mobil di Thailand Anjlok
Pada Senin lalu, Pichai juga mengatakan bahwa masih ada ruang untuk pemangkasan suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta melemahkan nilai tukar baht guna mendukung ekspor, yang merupakan salah satu sektor utama pendorong pertumbuhan.
Pada Rabu (26/2), bank sentral Thailand menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,00% dalam pertemuan pertamanya tahun ini.
Langkah tersebut diambil sebagai respons terhadap prospek pertumbuhan yang lebih lemah dan ketidakpastian kebijakan perdagangan global.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi Thailand di Kuartal IV 2024 Capai 3,2%, di Bawah Perkiraan
Selanjutnya, bank sentral dijadwalkan mengadakan tinjauan kebijakan moneter berikutnya pada 30 April.