kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.932   4,00   0,02%
  • IDX 6.196   77,23   1,26%
  • KOMPAS100 798   9,28   1,18%
  • LQ45 610   7,06   1,17%
  • ISSI 217   3,68   1,73%
  • IDX30 340   3,89   1,16%
  • IDXHIDIV20 435   5,17   1,20%
  • IDX80 91   1,10   1,22%
  • IDXV30 118   1,80   1,55%
  • IDXQ30 111   1,02   0,93%

Thailand dilanda aksi demonstrasi anti-pemerintah terbesar sejak 2014


Senin, 17 Agustus 2020 / 06:50 WIB
ILUSTRASI. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn. REUTERS/Chalinee Thirasupa


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketika protes anti-pemerintah sedang berlangsung, beberapa orang royalis juga mengadakan demonstrasi, mengibarkan bendera nasional dan mengangkat foto raja dan bangsawan lainnya berbingkai emas.

“Saya tidak peduli jika mereka memprotes pemerintah tetapi mereka tidak dapat menyentuh monarki,” kata Sumet Trakulwoonnoo, pemimpin kelompok royalis, Pusat Koordinasi Siswa Vokasi Perlindungan Lembaga Nasional (CVPI).

Baca Juga: Tiongkok kerahkan pesawat tempur jarak jauh di atas Laut China Selatan

Para kritikus menuduh monarki membantu memperpanjang cengkeraman militer dalam politik di Thailand, di mana telah terjadi 13 kudeta yang berhasil sejak berakhirnya pemerintahan kerajaan absolut pada tahun 1932.

Sebelum kudeta 2014, Bangkok diguncang oleh lebih dari satu dekade bentrokan yang sering terjadi antara pengunjuk rasa royalis kaos kuning dan kaos merah saingan yang setia kepada mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.

Gelombang baru protes sejauh ini tidak disertai kekerasan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×