kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Thailand Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4% di Tahun 2022


Rabu, 23 Februari 2022 / 14:07 WIB
Thailand Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 4% di Tahun 2022
ILUSTRASI. Thailand menargetkan ekonomi tumbuh 3%-4% di tahun 2022


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Thailand tidak akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga apa pun sampai ekonominya pulih sepenuhnya. Bahkan pemerintah menegaskan kebijakan fiskal dan moneter yang diambil bakal terus mendukung bisnis dan pemulihan ekonomi, .

Rabu (23/2), Menteri Keuangan Arkhom Termpittayapaisith dalam seminar bisnis mengungkapkan, Thailand menargetkan pertumbuhan ekonomi 4% di tahun ini, sambil mencoba mengembangkan mesin pertumbuhan baru seperti startup dan teknologi digital.

Ekonomi terbesar kedua di Asia Tenggara tersebut tumbuh 1,6% di tahun 2021. Ini menjadi tingkat paling lambat di kawasan tersebut, walaupun sukses pulih dari kontraksi 6,2% di tahun 2020.

"Selama wabah virus corona, kebijakan fiskal akan memainkan peran utama dan kebijakan moneter harus akomodatif untuk memungkinkan pemerintah membelanjakan lebih banyak," lanjut Arkhom.

"Pertanyaannya pada 2022, jika The Fed (Federal Reserve AS) menaikkan suku bunga, apa suku bunga kita harus ikuti? Kita harus yakin ekonomi kita pulih sepenuhnya," katanya.

Baca Juga: Ekonomi Sirkular Digital Menghasilkan Tambahan US$ 3,4 Miliar Per Tahun Bagi Thailand

Kebijakan fiskal dan moneter akan memudahkan sektor bisnis untuk tumbuh dan melewati krisis COVID-19, tegas Arkhom.

Saat ini, Bank sentral Thailand telah mempertahankan suku bunga utamanya pada rekor terendah yakni 0,50% sejak Mei 2020 silam. Ini  mempertahankan dukungan untuk pemulihan ekonomi yang masih rapuh dan tidak merata.

Wakil Perdana Menteri Supattanapong Punmeechaow menyebut, target pertumbuhan ekonomi 3%-4% untuk tahun 2021 dapat dicapai. Hal tersebut dibantu oleh peningkatan investasi dan dibukanya kembali wisatawan asing.

Pemerintah akan memastikan harga energi tidak terlalu tinggi untuk membantu menjaga daya saing negara, pungkas Supattanapong.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×