kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45759,60   -5,01   -0.66%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

The Fed memangkas suku bunga yang mungkin terakhir di tahun ini


Kamis, 31 Oktober 2019 / 06:22 WIB
The Fed memangkas suku bunga yang mungkin terakhir di tahun ini
ILUSTRASI. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers di Washington, AS, 19 Juni 2019. The Fedmenurunkan suku bunga 25 basis points menjadi 1,50%-1,75% pada 30 Oktober 2019.

Sumber: Reuters | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Federal Reserve memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya tahun ini, Rabu (30/10). The Fed menurunkan suku bunga 25 basis points menjadi 1,50%-1,75% untuk membantu mempertahankan pertumbuhan AS meskipun ada perlambatan ekonomi global.

Indeks S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi pada hari Rabu setelah pengumuman suku bunga.

Bank sentral AS ini mengisyaratkan tidak akan ada penurunan suku bunga lebih lanjut kecuali ekonomi dalam kondisi yang lebih buruk. "Kami percaya bahwa kebijakan moneter ada di tempat yang baik," kata Gubernur The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers, kemarin.

Powell mengatakan, The Fed mengambil langkah ini untuk membantu menjaga ekonomi tetap kuat dalam menghadapi perkembangan global. Pemangkasan ini pun menjadi jaminan terhadap risiko yang tengah berlangsung. "Kami melihat kebijakan moneter saat ini sepertinya akan tetap sesuai selama ekonomi tetap konsisten dengan outlook kami," imbuh Powell.

Baca Juga: Wall Street menguat setelah The Fed menggunting suku bunga acuan

Komentar Powell berbenturan dengan tuntutan Presiden AS Donald Trump yang ingin The Fed memangkas suku bunga lebih dalam lagi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang menyurut ke tingkat tahunan 1,9% pada kuartal ketiga. Angka ini jauh di bawah level 3% yang dijanjikan Trump setelah pemangkasan pajak dan langkah lainnya dua tahun lalu.

Dalam konferensi pers, Powell mengungkapkan alasan mengapa dia merasa ekonomi berjalan dengan baik dan mempertahankan kebijakan moneter setelah ini. Powell menyebut, belanja konsumen kuat, penjualan rumah meningkat, harga aset pun sehat tapi tidak sampai berlebihan. 

Powell menambahkan, beberapa risiko yang paling membuat para pejabat Fed waspada telah mereda dalam beberapa pekan terakhir. Atas kemajuan ini, para pejabat The Fed yakin bahwa suku bunga yang lebih rendah diperlukan hanya sebagai asuransi.

Perang dagang AS-China, "Selangkah lebih dekat dengan resolusi," kata Powell. Risiko Brexit pun mereda setelah kedua pihak sepakat perpanjangan waktu.

Powell menyebut, prospek ekonomi AS masih moderat dengan pasar tenaga kerja yang kuat, inflasi yang naik mendekati target tahunan The Fed sebesar 2%, dan hanya penilaian kembali yang material yang dapat menyebabkan bank sentral memangkas suku bunga lebih lanjut setelah ini. 

Baca Juga: Pemerintah masih negosiasikan fasilitas GSP dari AS

PERSETUJUAN

Dalam pernyataan yang menyertai keputusan pemangkasan suku bunga, The Fed menyebutkan  referensi sebelumnya bahwa bank sentral akan bertindak seperlunya untuk mempertahankan ekspansi ekonomi. Ini adalah bahasa yang dianggap sebagai tanda untuk penurunan suku bunga di masa depan. Sebaliknya, bank sentral mengatakan akan memantau implikasi informasi terhadap outlook ekonomi untuk menilai langkah yang tepat. 

Presiden Th Fed Kansas City Esther George dan Presiden The Fed Boston Eric Rosengren tidak setuju dengan keputusan itu. Mereka menentang ketiga pemotongan suku bunga Fed tahun ini sebagai tindakan yang tidak perlu.

Presiden Fed St Louis James Bullard yang mengungkapkan dukungan pemangkasan suku bunga lebih besar, ikut dalam mayoritas suara pemangkasan pada hari kemarin.

Pasar keuangan global telah mengantisipasi penurunan suku bunga acuan. "Hasil yang lebih penting adalah frasa bertindak sesuai kebutuhan. Tampaknya pasar menerjemahkan ini sebagai penghentian penurunan suku bunga. Ini pun sudah diduga dan secara umum adalah keputusan yang baik," kata Jim Powers, director of investment research Delegate Advisors kepada Reuters.

Baca Juga: Ekonomi Amerika Serikat diramal jatuh semakin dalam di kuartal III

Saat ini, tingkat pengangguran AS berada di titik terendah dalam 50 tahun terakhir. Inflasi moderat dan data yang dirilis Departemen Perdagangan kemarin menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh 1,9% di kuartal ketiga, melambat tapi lebih baik daripada prediksi.

Tapi, salah satu penyokong ekonomi, yakni sektor manufaktur tertekan dalam beberapa bulan terakhir akibat perlambatan ekonomi global. Bisnis dan investasi melambat akibat perang dagang antara AS-China.

The Fed telah memangkas suku bunga pada Juli dan September, masing-masing 25 basis points. Dengan pemangkasan ketiga di bulan Oktober, The Fed menganggap pemangkasan sudah cukup. Dengan pemangkasan ini, bank sentral berharap bisa mendorong pebisnis dan konsumer untuk mencari pendanaan ekspansi.



TERBARU

[X]
×