kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM -0.26%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.06%

Think tank China: 60 Jet tempur AS lakukan pengintaian jarak dekat di dekat China


Rabu, 14 Oktober 2020 / 06:33 WIB
Think tank China: 60 Jet tempur AS lakukan pengintaian jarak dekat di dekat China
ILUSTRASI. ebuah lembaga think tank yang berbasis di Beijing mendeteksi aktivitas udara yang "tidak biasa" oleh pesawat tempur AS. (U.S. Marine Corps photo by Sgt. Audrey M. C. Rampton)


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Media lokal melaporkan Selasa (13/10/2020), sebuah lembaga think tank yang berbasis di Beijing mendeteksi aktivitas udara yang "tidak biasa" pada September oleh pesawat tempur AS di atas Laut China Selatan.

Menurut laporan yang dikutip harian South China Morning Post, sekitar 60 pesawat tempur AS melakukan "penerbangan pengintaian jarak dekat" di dekat China bulan lalu.

"AS mungkin sedang mempersiapkan misi jarak jauh di masa depan di Laut China Selatan," kata laporan Inisiatif Penyelidikan Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI) yang didukung pemerintah sepeti yang dilansir Anadolu Agency.

Laporan itu mencatat peningkatan aktivitas pengisian bahan bakar di udara bulan lalu, yang mengindikasikan bahwa AS sedang mempersiapkan serangan jarak jauh di masa depan terhadap sasaran di Laut China Selatan.

Baca Juga: Respons Beijing atas tindakan otoritas Malaysia menangkap nelayan China

"Tidak biasa bagi AS untuk mengirimkan kapal tanker bahan bakar dari Guam [bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang] karena operasi semacam itu tidak ekonomis dan tidak efisien," kata laporan itu.

Militer AS memiliki pangkalan di wilayah pulau Pasifik barat Guam.

Mengutip Anadolu Agency, China dan AS terlibat dalam persaingan sengit atas Laut China Selatan yang digambarkan oleh Beijing sebagai "mentalitas Perang Dingin". Ketegangan memburuk setelah Washington meningkatkan keterlibatannya dengan Taiwan, yang diklaim China sebagai "provinsi yang memisahkan diri".

Baca Juga: Beijing: China dan ASEAN harus menghilangkan gangguan eksternal di Laut China Selatan




TERBARU

[X]
×