kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.147   50,00   0,28%
  • IDX 5.373   -66,16   -1,22%
  • KOMPAS100 696   -6,74   -0,96%
  • LQ45 542   -4,89   -0,89%
  • ISSI 183   -3,13   -1,68%
  • IDX30 304   -2,05   -0,67%
  • IDXHIDIV20 401   -1,94   -0,48%
  • IDX80 80   -0,68   -0,84%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,70%
  • IDXQ30 101   -0,36   -0,35%

Tiga jam di ruang neraka, ini cerita mencekam pengunjuk rasa Myanmar


Jumat, 12 Maret 2021 / 08:55 WIB
ILUSTRASI. Polisi menembakkan meriam air ke arah pengunjuk rasa yang melakukan demonstrasi menentang kudeta militer. REUTERS/Stringer


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih Aung San Suu Kyi dalam kudeta pada 1 Februari dan menahannya serta politisi lainnya.

Militer mengatakan pemilu pada November tahun lalu yang dimenangkan oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) Suu Kyi dinodai oleh penipuan. Klaim ini ditolak oleh komisi pemilihan nasional. Militer juga telah membentuk junta untuk memerintah negara itu sambil menunggu pemungutan suara baru, yang tanggalnya belum ditentukan.

Data Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menunjukkan, pasukan keamanan telah menindak dengan kekuatan yang semakin meningkat pada aksi protes nasional setiap hari, dan lebih dari 60 demonstran telah tewas dan 1.900 orang ditangkap sejak kudeta.

Baca Juga: Sedikitnya 54 orang tewas, PBB: Militer Myanmar harus berhenti membunuh pendemo

Reuters belum dapat mengkonfirmasi angka tersebut secara independen.

Setidaknya dua orang, keduanya pejabat NLD, telah tewas dalam tahanan sejak Sabtu lalu setelah ditangkap, menurut sumber partai, meskipun alasan kematian mereka tidak diketahui.

Militer belum berkomentar tentang ini.

Selanjutnya: Hari terkejam sejak kudeta militer, PBB: Hampir 40 orang tewas dalam aksi protes




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×