kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.743   4,00   0,02%
  • IDX 6.231   69,16   1,12%
  • KOMPAS100 825   12,33   1,52%
  • LQ45 634   13,56   2,19%
  • ISSI 219   0,61   0,28%
  • IDX30 362   7,71   2,17%
  • IDXHIDIV20 447   10,23   2,34%
  • IDX80 95   1,50   1,60%
  • IDXV30 123   1,57   1,29%
  • IDXQ30 117   2,65   2,32%

Tinggal Jio dan Airtel, pasar telekomunikasi India menuju duopoli


Jumat, 05 Juni 2020 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Bharti Airtel Ltd kini jadi pesaing terkuat Reliance Jio Infocomm di pasar telekomunikasi India.


Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Khomarul Hidayat

Di sisi lain, pendanaan bagi dua operator tersebut juga mengucur deras. Jio baru saja berhasil menghimpun dana US$ 10 miliar dari Facebooks Inc, General Atlantic, KKR & Co, Silver Lake PArtners, dan Vista Equity Partners. Jumat lalu, Mubdala investment Co juga disebut bakal menyuntik US$ 1,2 miliar.

Aksi penghimpunan dana ini, membuat valuasi Jio kini senilai US$ 60 miliar, sementara Airtel senilai US$ 40 miliar.

Selain potensi dari Amazon, Airtel pun kini tengah berupaya mencari pendanaan, terutama berupa uang tunai untuk membayar biaya perkara yang menimpanya. Bulan lalu, induk Airtel yaitu Bharti Telecom LTd meyatakan pihaknya tengah mencari dana US$ 1 miliar dengan melepas sejumlah sahamnya yang mencatat rekor nilai tertinggi pada Mei 2020.

Sementara pada Januari lalu, Airtel juga telah menghimpun US$ 3 miliar dari penjualan saham dan surat utang. Singapore Telecommunictions Inc, salah satu investor utama Airtel bulan lalu juga telah mengucurkan US$ 526 juta kepada via rights issue.

“Perang harga dan konsolidasi pasar telekomunikasi India dalam dua tahun terkahir teleh mengubah pasar, dimana Airtel yang paling banyak menerima keuntungan dan berhasil merebut pangsa pasar dari tiga pemain utama,” kata CEO Singtel Chua Sock Koong.

Baca Juga: Bisnis digital India menjanjikan, Amazon berencana beli saham Bharti US$ 2 miliar




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×