Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - KOPENHAGEN. Topi merah bertuliskan “Make America Go Away” mendadak menjadi simbol perlawanan warga Denmark dalam memprotes pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin membeli Greenland.
Aksesori bernada sindiran itu kini ramai dikenakan dalam aksi solidaritas untuk Greenland, wilayah otonom yang masih berada di bawah Kerajaan Denmark.
Topi tersebut terinspirasi dari topi merah ikonik pendukung Trump bertuliskan “Make America Great Again”. Bedanya, slogan di topi versi Denmark justru menyindir, seperti “Make America Go Away” dan “Already Great”.
Baca Juga: Ambisi AS atas Greenland Picu Protes Massal, Stabilitas Investasi Arktik Terancam
Michael, salah satu pemilik toko pakaian di Kopenhagen yang menjual topi tersebut, mengatakan awalnya produk itu sama sekali tidak diminati.
“Kami hanya membuat 100 topi pada awalnya, dan selama berbulan-bulan tidak laku,” ujar Michael kepada Reuters, Selasa (20/1/2026).
Ia enggan menyebutkan nama lengkapnya. “Tapi setelah viral, permintaannya langsung melonjak tajam.”
Salah satu slogan yang paling menarik perhatian adalah “Nu det NUUK”, permainan kata dalam bahasa Denmark yang terdengar seperti “Nu det nok” atau “Sekarang sudah cukup”. Kata “nok” diganti menjadi “Nuuk”, ibu kota Greenland, sebagai penegasan sikap penolakan.
Baca Juga: Truk Ford F-150 Jadi Simbol Diplomasi Dagang AS–Jepang di Era Trump
Slogan tersebut digagas oleh pemilik utama toko, Jesper Rabe Tonnesen. Ia mengatakan ide itu muncul dari keinginannya menyampaikan pesan tegas dengan cara sederhana. “Saya berpikir, bagaimana menyampaikan sikap dengan cara yang mudah dipahami tapi tetap tegas,” kata Tonnesen.
Pada akhir pekan lalu, Tonnesen bahkan membagikan sekitar 300 topi menggunakan sepeda kargo dalam aksi unjuk rasa di Kopenhagen. Aksi serupa juga berlangsung di Nuuk, Greenland.
Puluhan ribu orang turun ke jalan di Kopenhagen dan Nuuk, meneriakkan slogan “Greenland is not for sale”. Massa juga berbaris menuju kantor perwakilan diplomatik AS, banyak di antaranya mengenakan topi merah tersebut.
Polemik ini mencuat setelah Trump kembali menyatakan minat AS untuk menguasai Greenland.
Baca Juga: Kisah Hans Wilsdorf: Pencipta Rolex yang Jadi Simbol Kemewahan
Ia menilai wilayah itu penting bagi keamanan nasional AS karena letaknya yang strategis serta kekayaan sumber daya mineralnya. Trump bahkan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan untuk mengambil alih pulau tersebut.
Pernyataan itu memicu ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark, yang sama-sama merupakan anggota NATO.
“Banyak orang merasa perlu turun ke jalan membawa pesan. Kami sudah cukup, lelah, sedih, dan muak,” tegas Tonnesen.













