Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Peringatan Trump pada Minggu Paskah yang menargetkan pembangkit listrik dan jembatan Iran menyusul ancaman sebelumnya untuk menyerang pabrik desalinasi, yang menurut sejumlah pakar hukum internasional dapat melanggar hukum humaniter internasional.
“Saya tidak akan main-main dengannya jika saya orang Iran,” kata Ketua Komite Intelijen DPR AS Rick Crawford, seorang Republikan dari Arkansas dan veteran Angkatan Darat AS, dalam acara “Sunday Morning Futures with Maria Bartiromo” di Fox News, menanggapi unggahan Trump. “Dia punya keberanian besar, dan dia tidak akan mundur.”
Namun pihak lain mengkritik retorika Trump karena dianggap sudah terlalu jauh.
Senator AS Tim Kaine, seorang Demokrat dari Virginia yang duduk di Komite Angkatan Bersenjata, mendesak Trump agar “tolong turunkan tensi retorika.” Dalam “Meet the Press”, Kaine mengatakan bahasa Trump “memalukan dan kekanak-kanakan” serta meningkatkan risiko bagi personel militer AS.
“Semua orang di pemerintahannya yang mengaku Kristen harus berlutut dan memohon ampun kepada Tuhan, berhenti menyembah Presiden, dan campur tangan menghentikan kegilaan Trump,” tulis mantan anggota DPR AS Marjorie Taylor Greene, seorang Republikan dari Georgia yang sebelumnya menjadi salah satu pembela paling vokal Trump sebelum pengunduran dirinya baru-baru ini, dalam unggahan daring terkait bahasa presiden tersebut.
Dalam pernyataan di Instagram, Council of American-Islamic Relations menyatakan: “Penggunaan kalimat ‘Segala puji bagi Allah’ secara santai dalam konteks ancaman kekerasan mencerminkan kesediaan yang mengkhawatirkan untuk menjadikan bahasa agama sebagai senjata, sambil pada saat yang sama merendahkan Islam dan para pengikutnya.”
Tonton: Kendalikan Selat Hormuz: Senjata Iran Lebih Dahsyat dari Nuklir
Tiga belas personel militer AS telah tewas dan ratusan lainnya terluka di seluruh Timur Tengah sejak AS dan Israel melancarkan perang lebih dari sebulan lalu.
Iran merespons dengan memblokir Selat Hormuz, yang sangat krusial bagi transportasi minyak global, sehingga memicu lonjakan tajam harga minyak dan bensin bagi konsumen di seluruh dunia. Harga rata-rata bensin di AS mencapai US$ 4,11 per galon pada Minggu, menurut AAA, naik dari di bawah US$ 3 ketika serangan terhadap Iran dimulai.
“Iran menyadari bahwa, pada kenyataannya, kontrol mereka atas Selat itu bahkan lebih penting secara strategis bagi mereka dibanding pengembangan senjata nuklir,” kata anggota DPR AS Jake Auchincloss, seorang Demokrat dari Massachusetts dan veteran Korps Marinir AS, dalam acara “Fox News Sunday.”
Ia menambahkan bahwa meskipun Amerika Serikat tidak tertandingi secara militer dalam menghancurkan target, “secara strategis, perang ini telah menjadi kegagalan.”













