kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   90.000   3,23%
  • USD/IDR 16.873   -36,00   -0,21%
  • IDX 8.992   -18,15   -0,20%
  • KOMPAS100 1.239   1,44   0,12%
  • LQ45 875   3,69   0,42%
  • ISSI 330   0,16   0,05%
  • IDX30 448   2,63   0,59%
  • IDXHIDIV20 528   6,59   1,26%
  • IDX80 138   0,26   0,19%
  • IDXV30 146   2,21   1,53%
  • IDXQ30 144   1,54   1,08%

Trump Klaim AS Dapat Akses Penuh ke Greenland, NATO Dorong Perkuat Keamanan Arktik


Jumat, 23 Januari 2026 / 07:32 WIB
Trump Klaim AS Dapat Akses Penuh ke Greenland, NATO Dorong Perkuat Keamanan Arktik
ILUSTRASI. USA-TRUMP/GREENLAND-MARKETS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim telah mengamankan akses penuh dan permanen AS ke Greenland melalui kesepakatan dengan NATO.

Pernyataan itu disampaikan Kamis (22/1/2026), di tengah dorongan NATO agar negara-negara sekutu meningkatkan komitmen menjaga keamanan kawasan Arktik guna menangkal pengaruh Rusia dan China.

Trump mengatakan kesepakatan kerangka tersebut memberi Amerika Serikat “total access” ke Greenland tanpa batas waktu. Namun, rincian kesepakatan masih belum jelas.

Baca Juga: Inflasi Inti Jepang Melambat di Desember, Namun Tetap di Atas Target BOJ

Denmark menegaskan bahwa kedaulatan atas Greenland wilayah semi-otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark tidak bisa dinegosiasikan.

Kabar kesepakatan ini muncul seiring langkah Trump yang meredakan ketegangan dengan Eropa, termasuk menarik kembali ancaman tarif dan menegaskan tidak akan mengambil Greenland dengan kekuatan militer.

Langkah tersebut sempat menenangkan pasar, mendorong rebound bursa Eropa dan mengangkat indeks utama Wall Street mendekati rekor tertinggi.

Meski begitu, sejumlah pihak menilai ketegangan yang terjadi telah menimbulkan dampak serius terhadap hubungan transatlantik dan kepercayaan dunia usaha.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyebut, hubungan AS-Uni Eropa “mengalami pukulan besar” dalam sepekan terakhir.

Baca Juga: Gaji CEO JPMorgan Jamie Dimon Naik Menjadi Lebih dari Rp 700 Miliar pada 2025

Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, menyambut baik pernyataan Trump, tetapi mengaku belum mengetahui isi kesepakatan tersebut.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan merupakan “garis merah” yang tidak bisa dilanggar.

“Kami siap berdiskusi dan bernegosiasi mengenai kemitraan yang lebih baik, tetapi kedaulatan adalah batas yang tidak bisa dilewati,” ujarnya di Nuuk.

Trump, yang berbicara kepada wartawan di atas Air Force One sepulang dari Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, menyebut kesepakatan baru tersebut akan “jauh lebih menguntungkan Amerika Serikat”.

Ia menghindari pertanyaan soal kedaulatan, tetapi menegaskan AS harus memiliki kebebasan penuh untuk bertindak.

Sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan NATO dan Trump sepakat melanjutkan pembicaraan antara AS, Denmark, dan Greenland untuk memperbarui perjanjian tahun 1951 yang mengatur akses dan kehadiran militer AS di Greenland.

Baca Juga: Intel Proyeksikan Pendapatan dan Laba Kuartal I di Bawah Ekspektasi

Kerangka kesepakatan itu juga mencakup pembatasan investasi dari China dan Rusia di wilayah tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan detail tambahan keamanan di kawasan Arktik akan dibahas lebih lanjut oleh para komandan senior NATO. Ia berharap rencana tersebut dapat terealisasi paling cepat pada awal 2026.

Sementara itu, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan tidak ada negosiasi dengan NATO terkait kedaulatan Greenland.

Ia menyebut situasi masih sulit, namun membuka ruang pembahasan mengenai peningkatan keamanan bersama di kawasan Arktik. Frederiksen juga mendorong kehadiran permanen NATO di wilayah tersebut, termasuk di sekitar Greenland.

Kekhawatiran juga muncul di kalangan pemimpin Uni Eropa dan warga Greenland. Sejumlah diplomat menilai episode Greenland telah mengguncang kepercayaan Eropa terhadap AS, sementara warga Nuuk mengaku bingung dengan cepatnya perubahan sikap Trump.

“Semuanya sangat membingungkan. Satu jam rasanya hampir perang, jam berikutnya semuanya baik-baik saja,” ujar Jesper Muller, seorang pensiunan di Nuuk.

Selanjutnya: Marak Aksi Korporasi, Kenapa Saham RAJA dan RATU Masih Kompak Terkoreksi?

Menarik Dibaca: Nasib Tragis 7 Karakter Film Ini, Tersesat dan Berjuang Hidup Sendirian




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×