kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Trump Klaim Sudah Berbicara dengan Xi Jinping Lewat Perwakilannya


Selasa, 07 Januari 2025 / 08:36 WIB
ILUSTRASI. Trump mengatakan bahwa ia dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah berbicara melalui para perwakilan. REUTERS/Kevin Lamarque


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pada Senin (6/1/2025), Presiden terpilih AS Donald Trump mengatakan bahwa ia dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping telah berbicara melalui para perwakilan. Tidak hanya itu, ia yakin kedua pemimpin akan akur ke depannya.

"Kami telah berbicara. Kami telah berbicara melalui para perwakilan mereka," kata Trump dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara bincang-bincang konservatif Hugh Hewitt.

Mengutip Reuters, Trump, yang akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2025, menggambarkan Xi sebagai orang yang kuat dan berkuasa yang katanya dihormati di Tiongkok.

"Dan saya pikir kami mungkin akan akur, saya prediksi. Tetapi Anda tahu, itu harus menjadi jalan dua arah," katanya. 

Namun, Trump juga menambahkan dan mengulangi tuduhannya bahwa Tiongkok telah "merampok" AS secara ekonomi.

Baca Juga: Justin Trudeau Mengundurkan Diri dari Jabatan Perdana Menteri Kanada

Trump mengundang Xi dan para pemimpin asing lainnya ke pelantikannya di Washington akhir bulan ini. Akan tetapi para ahli mengatakan pemimpin Tiongkok itu kemungkinan tidak akan hadir.

Trump telah menunjuk sejumlah tokoh garis keras China untuk menduduki jabatan-jabatan penting dalam pemerintahannya yang baru, termasuk Senator Marco Rubio sebagai menteri luar negeri.

Trump juga mengatakan akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% pada barang-barang China kecuali Beijing berbuat lebih banyak untuk menghentikan perdagangan narkotika fentanil yang sangat adiktif. 

Tonton: Menunggu Tiupan Angin Kencang dari Trump

Ia mengancam akan mengenakan tarif lebih dari 60% pada barang-barang China saat berkampanye.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×