Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menunjukkan keinginan untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Trump melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Putin pada awal pekan ini.
Trump menyebut percakapannya dengan Putin sebagai pembicaraan yang sangat baik. Menurut dia, pemimpin Rusia tersebut terbuka untuk mencapai kesepakatan damai, selama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy juga memiliki keinginan yang sama.
"Dia ingin membuat kesepakatan, dan jika (Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskiy juga ingin membuat kesepakatan, itu akan sangat bagus," kata Trump kepada wartawan sebelum menaiki pesawat kepresidenan Air Force One menuju Dallas untuk menghadiri Konvensi Nasional Partai Republik.
Trump berbicara melalui telepon dengan Putin pada Selasa. Percakapan tersebut berlangsung tidak lama setelah utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, kembali dari kunjungan diplomatik ke Moskow dan Kyiv.
Baca Juga: VinFast Tantang Tata Motors, Siapkan Mobil Listrik Murah di India
Witkoff dan Kushner menjadi dua tokoh utama yang ditugaskan pemerintahan Trump dalam sejumlah negosiasi perdamaian penting. Dalam kunjungan tersebut, keduanya membahas sejumlah proposal yang berpotensi digunakan untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Upaya diplomatik AS juga melibatkan Direktur Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) John Ratcliffe. Pada bulan lalu, Ratcliffe bertemu dengan pejabat intelijen Rusia di Moskow. Salah satu agenda pertemuan tersebut adalah mendorong Rusia mengakhiri invasinya ke Ukraina.
Namun, berbagai upaya diplomatik tersebut belum sepenuhnya meyakinkan pejabat intelijen Amerika Serikat, Ukraina, maupun sejumlah negara Eropa mengenai keseriusan Putin untuk mengakhiri perang.
Konflik Rusia-Ukraina kini telah memasuki tahun keempat. Meski Trump berulang kali menyatakan keinginannya untuk mendorong tercapainya perdamaian, pejabat intelijen di AS, Ukraina, dan Eropa masih meragukan bahwa Putin benar-benar siap menghentikan perang yang sedang berlangsung.
Trump menilai persoalan utama dalam upaya mengakhiri konflik tersebut terletak pada hubungan antara Putin dan Zelenskiy.
Baca Juga: NATO Gagalkan Latihan Rahasia Rusia untuk Lumpuhkan Kabel Bawah Laut
"Yang menjadi hambatan adalah dua orang yang saling membenci," ujar Trump kepada wartawan, merujuk pada Putin dan Zelenskiy.
"Saya pikir lebih dari apa pun, ini adalah dua orang yang saling membenci," tambahnya.














