kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Trump sebut tarif impor produk China akan mengembalikan lapangan kerja di AS, yakin?


Jumat, 02 Agustus 2019 / 17:42 WIB
Trump sebut tarif impor produk China akan mengembalikan lapangan kerja di AS, yakin?

Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Ketika pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif atas barang-barang China senilai US$ 250 miliar pada tahun lalu, langkah tersebut dijual kepada publik Amerika sebagai peluru ajaib yang akan membawa lapangan pekerjaan kembali ke AS. Berhasilkah?

Di bawah tekanan yang meningkat ketika AS mematok tarif impor dari produk buatan China, sejumlah perusahaan asal AS di China memang angkat kaki dari China. Misalnya saja Nike, Crocs, Roomba dan GoPro. Tetapi dari mereka yang pergi dari China, sangat sedikit yang kembali ke AS.

Baca Juga: Trump ancam kenakan tarif lagi pada China, produsen chip AS bakal ikut rugi

Sisanya memilih Vietnam, India, Bangladesh, dan Meksiko. Sejumlah perusahaan besar lain macam Dell, Sony dan HP juga kini dilaporkan sedang mempertimbangkan langkah serupa.

"Tarif yang dikenakan Trump mungkin telah mengirim pesan untuk meminta perusahaan-perusahaan AS untuk mempertimbangkan untuk pergi dari China. Tetapi sangat sedikit yang benar-benar akan menindaklanjutinya," kata Daniel Ikenson, Direktur Pusat Studi Kebijakan Perdagangan di Cato Institute seperti dikutip South China Morning Post.

"Soalnya biaya produksi di Amerika sudah terlalu mahal," ucap dia.

Baca Juga: China Akan Membalas Jika Trump Mengenakan Tarif Baru

Trump mengatakan AS memenangkan perang dagang setelah gencatan senjata usai pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada akhir Juni lalu.

Tetapi karena AS dan China terlibat dalam putaran pembicaraan baru pada minggu ini di Shanghai setelah kebuntuan yang panjang, ada beberapa tanda kebangkitan dari manufaktur Amerika.

Perusahaan konsultan AT Kearny mencatat produsen asal AS terus memandang negara-negara selain kampung halamannya sebagai lokasi yang lebih diinginkan untuk memproduksi atau membeli berbagai produk.

Baca Juga: Trump ancam kenakan tarif baru ke China, peluang pemangkasan bunga The Fed terbuka

Its Reshoring Index, yang melacak jumlah barang AS yang diimpor dari negara lain dan diproduksi di dalam negeri juga menurun untuk tahun ketiga berturut-turut pada tahun 2018 meskipun ada Trump membuat berbagai macam kebijakan perdagangan.




TERBARU

Close [X]
×