kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.818   84,00   0,50%
  • IDX 7.858   -462,75   -5,56%
  • KOMPAS100 1.087   -61,63   -5,36%
  • LQ45 775   -37,79   -4,65%
  • ISSI 282   -22,55   -7,39%
  • IDX30 404   -13,88   -3,32%
  • IDXHIDIV20 481   -12,24   -2,48%
  • IDX80 120   -6,95   -5,47%
  • IDXV30 132   -6,27   -4,54%
  • IDXQ30 130   -3,79   -2,82%

Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas


Kamis, 29 Januari 2026 / 05:52 WIB
Trump Senang Dolar Melemah, Tapi Investor Justru Panik Borong Emas
ILUSTRASI. Mengejutkan, Presiden Trump menyambut baik pelemahan dolar. Namun, reaksi pasar justru berbeda, ada apa di balik fenomena ini? (CFOTO via Reuters Connect/CFOTO)


Sumber: Fortune,Fortune,Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melonjak tajam dan nyaris menembus level psikologis US$ 5.400 per ons pada Rabu (28/1/2026). 

Data Reuters menunjukkan, harga emas di pasar spot tercatat naik sekitar 4% ke posisi US$ 5.393,19 per ons troi pada pukul 16.08 waktu AS. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup menguat 4,3% di level US$ 5.303,60 per ons.

Melansir Fortune, kenaikan ini bukan tanpa sebab. Emas kian diminati sebagai aset safe haven, di tengah pelemahan dolar Amerika Serikat yang mendorong investor keluar dari aset-aset berbasis dolar.

Menariknya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump justru menyambut baik pelemahan tersebut.

“Tidak, menurut saya itu bagus,” kata Trump kepada wartawan. “Lihat bisnis yang kami lakukan. Nilai dolar baik-baik saja.”

Trump berharap dolar yang melemah dapat membuat aset Amerika lebih murah di mata global, sehingga mendorong ekspor AS.

Namun, risiko yang mengintai adalah menurunnya kepercayaan dunia terhadap dolar sebagai mata uang cadangan global. Meski pelaku pasar belum melihat ancaman nyata terhadap status tersebut dalam waktu dekat, isu ini semakin sering dibicarakan.

Baca Juga: Bursa Global Cetak Rekor, Dolar Mulai Stabil Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Ekonom UBS Paul Donovan menilai dolar memang tidak akan kehilangan status cadangan dunia secara tiba-tiba. Namun, menurutnya, posisi AS di panggung global terus tergerus.

“Penurunan pengaruh internasional AS dan pertanyaan investor global terhadap isu-isu mendasar seperti supremasi hukum membuat dolar kehilangan pangsa pasar,” ujar Donovan. 

Ia menambahkan, investor kemungkinan tidak akan meninggalkan aset dolar secara drastis, tetapi bisa mulai menahan diri untuk menambah kepemilikan baru.

Donovan juga memperingatkan bahwa pelemahan dolar berisiko memperkuat narasi kemunduran relatif Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi arus modal global. Menurutnya, pasar obligasi justru lebih rentan terhadap pelemahan dolar dibandingkan inflasi.

Pandangan serupa disampaikan George Vessey, FX and macro strategist Convera. Ia menilai kebijakan AS yang tidak konsisten kembali meningkatkan premi risiko dolar, sehingga mendorong investor mengurangi eksposur terhadap aset berbasis dolar atau melakukan lindung nilai.

Sementara itu, analis ING Chris Turner memperkirakan dolar AS masih berpotensi melemah hingga 3% lagi. Ia menyoroti rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai momen krusial.

Baca Juga: Stok Minyak Mentah AS Anjlok 2,3 Juta Barel, Ekspor Melejit di Tengah Cuaca Ekstrem

Menurut Turner, jika The Fed memberi sinyal jeda kenaikan suku bunga, dolar bisa mendapat sedikit dukungan. Namun, jika dolar tetap melemah meski imbal hasil obligasi AS naik, hal itu akan menjadi sinyal momentum bearish yang kuat bagi dolar.

“Dolar bisa memasuki fase pelemahan lanjutan sekitar 3%. Sulit dijustifikasi dengan fundamental, tapi sekarang dolar yang harus membuktikan diri,” tulis Turner.

Di tengah melemahnya fungsi dolar sebagai penyimpan nilai, investor berbondong-bondong ke emas. Bank sentral di berbagai negara juga mulai meningkatkan cadangan emas sebagai lindung nilai terhadap penurunan dolar.

Drama dolar dan emas ini sedikit menutupi kinerja pasar saham AS. Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru, naik 0,41% ke level 6.978,6. Namun bagi investor asing, kenaikan tersebut tergerus oleh pelemahan dolar sekitar 1%, sehingga secara global nilai aset AS justru turun.

Tonton: Pasar Stablecoin Menyusut, Investor Pilih Emas Ketimbang Bitcoin

Secara keseluruhan, pasar tampaknya bertaruh bahwa strategi Trump dengan dolar lemah demi ekspor dan saham akan menguntungkan pasar ekuitas. Namun sebagai langkah berjaga-jaga, investor tetap memborong emas.

Selanjutnya: Bahaya Asam Urat Tinggi: Ginjal, Jantung, Stroke, dan Diabetes Mengintai!

Menarik Dibaca: Bahaya Asam Urat Tinggi: Ginjal, Jantung, Stroke, dan Diabetes Mengintai!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×