kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.775   -30,00   -0,18%
  • IDX 8.123   199,87   2,52%
  • KOMPAS100 1.137   29,35   2,65%
  • LQ45 824   17,48   2,17%
  • ISSI 289   10,45   3,75%
  • IDX30 430   9,01   2,14%
  • IDXHIDIV20 515   9,13   1,81%
  • IDX80 127   3,21   2,60%
  • IDXV30 141   5,28   3,90%
  • IDXQ30 139   1,96   1,43%

Trump Serukan Warga Iran Terus Berunjuk Rasa, Klaim Bantuan Sedang Datang


Rabu, 14 Januari 2026 / 08:53 WIB
Trump Serukan Warga Iran Terus Berunjuk Rasa, Klaim Bantuan Sedang Datang
ILUSTRASI. Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

Ancaman Eksekusi dan Tekanan Internasional

Dalam wawancara dengan CBS News, Trump memperingatkan akan mengambil “tindakan sangat keras” jika Iran mengeksekusi para demonstran. Namun, ia kembali tidak menjelaskan langkah konkret yang akan diambil.

Kelompok HAM Iran Human Rights Society melaporkan bahwa eksekusi merupakan praktik yang umum di penjara Iran.

Sementara itu, kelompok HAM Kurdi Iran, Hengaw, menyebut seorang pria berusia 26 tahun bernama Erfan Soltani yang ditangkap terkait aksi protes di Karaj dijadwalkan dieksekusi. Informasi tersebut belum dapat diverifikasi secara independen oleh Reuters.

Pembatasan komunikasi, termasuk pemadaman internet, masih menghambat arus informasi dari Iran.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan layanan telepon telah dipulihkan, namun akses internet tetap dibatasi.

Baca Juga: Trump Optimistis China Bakal Buka Pasarnya untuk Barang-Barang AS

Organisasi Holistic Resilience di AS menyebut layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk kini dapat diakses gratis di Iran, guna membantu akses informasi di tengah pembatasan.

Gelombang protes yang dipicu krisis ekonomi dan anjloknya nilai mata uang ini disebut sebagai tantangan domestik terbesar bagi pemerintahan Iran dalam setidaknya tiga tahun terakhir.

Tekanan internasional juga meningkat setelah AS mengumumkan tarif impor 25% bagi negara mana pun yang masih melakukan perdagangan dengan Iran, termasuk sektor minyak. China, sebagai pembeli utama minyak Iran, mengkritik kebijakan tersebut.

Meski aksi protes meluas sejak 28 Desember, hingga kini belum terlihat tanda-tanda perpecahan di elite keamanan Iran.

Namun sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia, telah memanggil duta besar Iran sebagai bentuk protes atas tindakan represif pemerintah.

Baca Juga: Risiko Perang Dagang Jilid II: China Siap Balas Pukulan Keras Trump soal Iran

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyebut meningkatnya korban jiwa di Iran sebagai sesuatu yang “mengerikan”. Kanselir Jerman Friedrich Merz bahkan menilai pemerintahan Iran berada di ambang kejatuhan.

“Saya berasumsi kita sedang menyaksikan hari-hari terakhir rezim ini,” ujarnya.




TERBARU

[X]
×