kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Trump terpilih, tarif impor China akan dikerek


Jumat, 16 September 2016 / 06:00 WIB
Trump terpilih, tarif impor China akan dikerek


Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

WASHINGTON. Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump tak henti-hentinya membuat sensasi. Kali ini, yang menjadi sasaran adalah perdagangan AS dan China.

Seperti diberitakan Bloomberg, Rabu (14/9), Trump berjanji bakal mengenakan tarif impor yang tinggi atas produk-produk asal China. Trump menyebut, tarif bea masuk sebesar 45%, merupakan angka yang pas bagi barang impor asal China.

Trump menuding, AS sangat dirugikan oleh aksi China memanipulasi nilai tukar, melakukan subsidi ekspor ilegal atas barang-barangnya serta praktik pengupahan tenaga kerja dan standar lingkungan yang rendah. Dari faktor-faktir tersebut, kata Trump, China mampu menjual barang pada harga yang sangat kompetitif.

China, lanjut Trump, sengaja memangkas nilai tukar yuan sehingga berada 40% di bawah nilai wajarnya. Hal ini berakibat barang-barang dari China memiliki daya saing tinggi dan mematikan produsen dalam negeri Amerika.

Lewat pengenaan tarif bea masuk yang tinggi, defisit neraca perdagangan AS-China bisa diminimalisir. Seperti pernah diberitakan BBC, Mei 2016 lalu, Pemerintah AS merilis data defisit transaksi dengan China tahun 2015 mencapai US$ 365,7 miliar. Ini adalah rekor tertinggi dalam sejarah di AS.

Contoh terbaru merujuk pada data transaksi perdagangan kedua negara pada bulan Januari-Februari 2016. Pada periode itu, total ekspor AS ke China berjumlah US$ 16,3 miliar. Sementara nilai impor AS atas barang-barang produksi China mencapai US$ 73,3 miliar. Akibatnya, nilai defisit perdagangan Amerika terhadap China mencapai US$ 57 miliar.

Ancaman bagi China

Terhadap obsesi Trump yang akan memungut tarif bea masuk sebesar 45% atas barang-barang impor asal China, Kevin Lai, Kepala Ekonom Daiwa Capital Markets untuk kawasan Asia yang bermarkas di Hong Kong menyatakan, hal itu sebagai ancaman serius bagi China.

Lai menghitung, jika dengan pengenaan pajak sebesar 45% saja, maka akan berakibat pada penurunan jumlah impor China ke AS sebesar 87%. Total nilai impor barang dari China sepanjang tahun 2015 tidak kurang dari US$ 420 miliar. Hal tersebut akan menyebabkan pendapatan produk domestik bruto (PDB) China akan turun hingga 4,82% dari PDB yang bernilai triliunan dollar AS.

Selanjutnya Lai menghitung dengan asumsi tarif yang lebih manusiawi, yakni di level 18%. Jika bea impor yang dipungut AS atas barang-barang asal Amerika sebesar 18%, akan mengakibatkan PDB China tergerus hingga 1,8%. Hal itu juga belum memasukkan kemungkinan hengkangnya investasi di China.

Lai memprediksi, Trump akan mengenakan pajak cukup tinggi atas barang-barang berupa mesin-mesin, mainan dan alat rumah tangga. "Tarif yang diusulkan Trump akan sangat merugikan China. Bukan tidak mungkin, perusahaan multinasional yang ada di China akan merelokasi usahanya ke tempat lain," tutur Lai.

Oleh sebab itu, jika Trump memenangkan pemilu bakal menjadi masalah serius bagi China. Sebelumnya, Trump sempat membuat pernyataan pedas yang menyebut Meksiko sebagai penjahat karena tak melarang peredaran obat terlarang.

Adapun calon presiden dari Partai Demokrat, Hillary Clinton semakin menguat. Dalam jajak pendapat terbaru Reuters menyebutkan, Hillary unggul 12 poin dari kandidat lain yakni Donald Trump dari Partai Republik. Survei yang dilakukan pada 18–22 Agustus lalu menunjukkan, Hillary mendapat dukungan sekitar 45% dari jumlah pemilih. Sedangkan Trump hanya mendapat dukungan dari 33%.

Pooling Reuters tersebut memakai koresponden di 50 negara bagian Amerika dengan jumlah responden sebanyak 1.115.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×