kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tugas berat PM baru China


Jumat, 15 Maret 2013 / 18:34 WIB
ILUSTRASI. Menanam Secara Hidroponik Tawarkan 4 Keuntungan Ini Loh, Tertarik?


Reporter: Roy Franedya | Editor: Roy Franedya

BEIJING. Kongres Nasional Rakyat China akhirnya memilih Li Keqiang sebagai Perdana Menteri China menggantikan Wen Jiabao. Dalam pemilihan tersebut, Li mendapat dukungan sebanyak 2.940 suara dari 3.000 legislator.

Orang kedua di Partai Komunis ini merupakan perdana menteri pertama China yang  memiliki latar belakang ekonomi. Kehadirannya diharapkan bisa menyeimbangkan antara nilai ekspor dan konsumsi domestik sehingga menjaga stabilitas perekonomian. Maklum, saat ini China sangat tergantung pada aktivitas ekspor dan investasi domestik.  

Li juga diharapkan bisa menyelesaikan masalah urbanisasi yang tinggi dengan meningkatkan perekonomian desa. Saat ini, ekonomi China memang menjadi sorotan karena berpotensi mengalami pelambatan. Hal ini sudah terlihat pada tahun lalu, pertumbuhan ekonomi China hanya 7,8% atau terendah dalam 13 tahun terakhir.

Tahun ini, China menargetkan ekonomi tumbuh 7,5%. Fokusnya pada pemerataan pembangunan.




TERBARU

[X]
×