kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.980.000   16.000   0,81%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Tuntut pulang kampung, buruh di India bentrok dengan polisi


Senin, 04 Mei 2020 / 20:02 WIB
Tuntut pulang kampung, buruh di India bentrok dengan polisi
ILUSTRASI. Seorang pria mengendarai bajaj yang menggambarkan virus corona untuk menciptakan kesadaran tinggal di rumah selama penguncian nasional untuk memperlambat penyebaran penyakit COVID-19 di Chennai, India, 23 April 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - SURAT. Polisi India menembakkan gas air mata pada Senin (4/5) untuk membubarkan buruh selama bentrokan di Negara Bagian Gujarat, ketika negeri Sungai Gangga melonggarkan salah satu dari penguncian terketat dunia untuk membendung penyebaran virus corona baru.

Pemerintah India sudah dua kali memperpanjang penguncian sejak berlaku pada 25 Maret hingga 17 Mei nanti, tapi melonggarkan pembatasan di beberapa daerah. Jumlah kasus virus corona mencapai lebih dari 42.500, dengan sekitar 1.300 orang meninggal.

Sekitar 1.000 pekerja, yang menuntut pulang ke kampung halaman di negara bagian lain di seluruh India, berkumpul di pinggiran kota industri dan pengolahan berlian, Surat. Tapi, kemudian melemparkan batu ke arah polisi yang memerintahkan mereka untuk bubar.

Baca Juga: Mengerikan, kasus harian virus corona di Rusia tembus 10.000

"Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa," kata seorang pejabat Kepolisian di Kadodara, dekat lokasi bentrokan, kepada Reuters, yang tidak mau disebutkan namanya karena ia tidak berwenang berbicara dengan media.

Televisi menunjukkan gambar polisi memasuki bangunan dan rumah di daerah itu serta menahan pekerja. Surat telah mengalami insiden kerusuhan buruh sejak penerapan kebijakan penguncian yang ketat.

Penutupan itu membahayakan kelangsungan hidup ekonomi lebih dari 140 juta buruh di India, meskipun para pejabat India mengatakan, kebijakan itu untuk mengalahkan virus corona di negara yang berpenduduk 1,3 miliar orang tersebut.




TERBARU

[X]
×