Twitter Ditinggal Pengiklan Pasca Diambil Alih Elon Musk, Pendapatan Merosot 42%

Minggu, 22 Januari 2023 | 07:52 WIB   Reporter: Maria Gelvina Maysha
Twitter Ditinggal Pengiklan Pasca Diambil Alih Elon Musk, Pendapatan Merosot 42%

Twitter Ditinggal Pengiklan Pasca Diambil Alih Elon Musk, Pendapatan Merosot 42%


KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Ratusan pemasang iklan teratas di Twitter memangkas pengeluaran mereka setelah media sosial tersebut diambil alih pengusaha Elon Musk.

Dilansir Reuters, Jumat (20/1), data perkiraan Pathmatics menunjukan 14 dari 30 pengiklan teratas di Twitter menghentikan semua iklan di platform twitter setelah Musk mengambil alih pada 27 Oktober. 

Sebanyak empat pengiklan mengurangi pengeluaran antara 92% dan 98,7% dari minggu sebelum akuisisi Musk hingga akhir tahun.

Baca Juga: Kehilangan Hampir Rp 3.000 Triliun, Nama Elon Masuk Guinness World Record

Berdasarkan data Pathmatics, secara keseluruhan pembelian iklan oleh 30 perusahaan teratas turun sebesar 42% menjadi sekitar US$ 53,8 juta pada sekitar bulan November dan Desember. Meskipun ada peningkatan belanja dari enam di antaranya.

Pathmatics mengatakan angka tersebut belum dilaporkan oleh Twitter dan masih merupakan sebuah perkiraan. Perusahaan mendasarkan perkiraannya pada teknologi yang melacak iklan di browser desktop dan aplikasi Twitter serta teknologi yang meniru pengalaman pengguna.

Namun perusahaan mengatakan perkiraan itu belum memperhitungkan kesepakatan yang mungkin diterima pengiklan dari Twitter atau tren dan akun yang dipromosikan.

“Ada kemungkinan data pengeluaran bisa lebih tinggi untuk beberapa merek jika Twitter menawarkan insentif,”  kata Pathmatics dalam email kepada Reuters.

Baca Juga: Twitter Diretas, 200 Juta Alamat Email Pengguna Bocor

Sampai berita ini tayang, Twitter tidak memberikan komentar.

Dalam acara November di Twitter Spaces, Musk menangani masalah klien yang menghentikan iklan dan mengatakan bahwa dia memahami jika pengiklan ingin memberikannya waktu sebentar.

Musk juga mengatakan bahwa cara terbaik untuk melihat bagaimana hal-hal berkembang di Twitter hanyalah dengan menggunakan Twitter.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru