kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

UBS: Ekonomi India Bakal Melambat


Rabu, 21 Juli 2010 / 10:48 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

NEW DELHI. Perekonomian dan pasar saham India diprediksi akan mendapat cobaan. Menurut UBS AG, ancaman itu disebabkan semakin melambatnya pertumbuhan ekonomi Negeri Taj Mahal itu.

Dalam analisis yang diterbitkan 12 Juli lalu, ekonom Philip Wyatt menulis, pertumbuhan ekonomi India di 2011 hingga 2012 kemungkinan akan melambat menjadi 8%. Angka tersebut turun dari estimasi tahun ini yang mematok pertumbuhan sebesar 9%.

Tidak hanya itu, mata uang dan pasar saham India juga ikut terguncang di paruh kedua 2010 sehingga memaksa Pemerintah India untuk memperkecil jurang defisit neraca perdagangan. Catatan saja, defisit India pada kuartal lalu mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 13 miliar.

Laporan tersebut juga menunjukkan, produksi industrial hanya tumbuh tipis di bawah estimasi sebesar 11,5% pada Mei 2010. Kendati begitu, pertumbuhan ekonomi India berhasil tumbuh 8,6% pada kuartal pertama. Itu merupakan pertumbuhan paling cepat di antara negara-negara Asia lainnya.

“Dalam setahun terakhir, faktor domestik mendominasi perekonomian India. Sayangnya, ada faktor luar yang turut mempengaruhi. Misalnya, perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia,” tulis Wyatt.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×